by

Buang Sampah Sembarangan, Atasi Dengan Pidato Buang Sampah

-Berita-12,388 views

Debroo.net. Buang Sampah Sembarangan, Atasi Dengan Pidato Singkat Begini Caranya. Sampah yang berserakan menjadi masalah untuk lingkungan. Keberadannya dapat mengundang banyak penyakit dari bakteri yang ada didalam sampah tersebut.

Buang Sampah Sembarangan

Banyak masyarakat Indonesia yang masih membuang sampah sembarangan. Sungai, tempat sepi, kuburan dan pinggiran jalan menjadi tempat favorit meletakan sampah tak bertuan.

Budaya buang sampah sembarangan ini memang sudah ada sejak lama dan susah untuk diatasi. Oleh sebab itulah kini negara kita punya masalah besar dalam hal kebersihan lingkungan.

Sampah dimana-mana dan masyarakat tetap membuang sembarangan. Perlu kesadaran yang dimulai sejak dini agar budaya buang sampah semabrangan segera hilang.

Pendidikan kebersihan harusnya dicanangkan mulai dari pendidikan dasar. Pola pikir hidup bersih harusnya segera dimunculkan untuk menjaga masa depan dari sampah.

Pemerintah juga harus membuat program yang mampu mengatasi hal ini. Fasilitas untuk masyarakat agar bisa meletakan sampah di tempat semestinya mesti difasilitasi.

Banyak masyarakat yang engan membayar iuran sampah karena mahal. Al hasil mereka memilih untuk membuang di kali atau di pinggir jalan.

Ajakan untuk membuang sampah pada tempatnya juga bisa dilakukan dengan kampanye. Kampanye kepada masyarakat untuk bisa berprilaku benar dengan membuang sampah di tempatnya sebenranya bisa dilakukan semua orang dengan berpidato tentang larangan buang sampah sembarangan.

Pidato Buang Sampah Sembarangan

Pidato tentang membuang sampah sembarangan bisa menjadi ajakan. Dengan isi pidato yang singkat, padat dan jelas harapannya warga bisa mendengar dan mengerti isi yang disampaikan dan mempraktikannya. Kemudian efeknya adalah untuk lingkungan yang lebih bersih.

Naskah pidato tentang membuang sampah sembarangan tersebut bisa dengan mudah di dapatkan di internet. Salah satunya di blog Pidato Singkat yang didalamnya memuat berbagai macam pidato dengan banyak macam tema.

Contoh Pidato Tentang membuang Sampah Sembarangan
Sampah adalah salah satu masalah yang sedang menerpa negara kita. Banyak orang-orang yang membuang sampah secara sembarangan. Padahal sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa dampak buruk akibat sampah sangat banyak.
Pada kesempatan ini kami akan memberikan contoh pidato terkait dengan sampah. Semoga pidato ini dapat menjadi bahan ajakan agar mau dan mampu membuang sampah dengan bijak alias tidak sembarangan.

Pidato ini bertema ajakan dan jenis pidato persuasif, artinya mengajak. Pidato persuasif adalah jenis pidato yang bertujuan untuk menarik perhatian para pendengar, memengaruhi, serta bersifat mengajak atau membujuk para pendengar agar mereka menjadi yakin dan mau mengambil tindakan bahkan melakukan sesuai dengan tujuan pidato tersebut.

Teknik menyampaikan pidato persuasif:

  • Berikan alasan ajakan itu penting
  • Beri contoh kasus
  • Tegaskan kepentingan
  • Suguhkan data
  • Jangan berbohong
  • Pembawaan yang santun

Pembukaan Pidato Tentang membuang Sampah Sembarangan

Assalamualailum WR WB.
Yang terhormat para pejabat aparatur daerah yang datang dan juga masyarakat wilayah Kabupaten ini. Dan yang saya banggakan seluruh masyarakat yang telah hadir dalam acara hari peduli sampah nasional ini.
Pertama marilah kita panjatkan puji syukur kita kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmatnyalah kita dapat berkumpul dan berbahagia seperti sekarang ini.
Shalawat serta salam marilah kita kerikan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW yang telah membawa kita dari jaman yang gelap ke jaman terang seperti ini.

Isi Pidato Tentang membuang Sampah Sembarangan

Hadirin sekalian marilah kita sadar diri terlebih dahulu. Sadar tentang apa? Tentang sampah yang setiap hari kita buat. Ada berapa banyak sampah yang kita hasilkan dari kegiatan atau aktivitas kita sehari-hari
Pagi hari kita sudah membuat sampah dari aktivitas rumah tangga, siangnya kita beli makanan ada bungkusnya yang jadi sampah, agak sore kita sisakan puntung rokok yang jadi sampah, sore hari masak lagi buat sampah lagi, jajan malam bungkusnya adalah sampah lagi.
Jadi dalam sehari ada berapa banyak sampah yang kita hasilkan hadirin?  Dari semua sampah kita itu mana yang sudah kita buang ke tempat yang seharusnya?
Kita semua tentu sadar bahwa sampah selalu kita hasilkan. Tapi apakah kita pernah untuk tidak membuang sampah sembarangan? Atau kita selalu saja membuang sampah sembarangan?
Perlu kita ingat dan kita camkan bahwa banyak akibat ketika sampah kita letakan disemrang tempat .
  • Sampah bisa menyendat saluran irigasi
  • Mengotori sungai dan menghambat laju airnya
  • Mengotori lingkungan sekitar
  • Potensi sumber penyakit
  • Dan masih banyak lagi

 

Hadirin, jangan anggap sepele kebiasaan membuang sampah sembarangan. Karena dampaknya bisa sangatlah besar. pernah kah anda menonton televisi ? ada berita banjir yang diakibatkan akibat sungai meluap karena tersendat.!
Hadirin sekalian, kita mungkin bisa mencontoh negara-negra yang sudah maju. Lingkungan mereka bersih, kualitas hidup juga makin baik dan masa depan lingkungan lebih terjamin. Namun kita bisa melihat kontradiksinya di negara kita hadirin.
Maka dari itu saya mengajak kita untuk sadar dan tidak membuang sampah sembarangan. Kalau memng tidak ada pengelola sampah atau yang mengambil sampah di kampung anda, anda bisa bermusyawarah dengan kepala desa untuk mencapai solusi terbaiknya.
Membuang sampah sembarangan adalah sama saja dengan menabung bencana, siapa disini yang tidak takut bencana.
  • Ingat, sampah kita adalah benda berbahaya hadirin
  • Sampah kita adalah sumber malapetaka

Penutup Tentang Pidato Membuang Sampah Sembarangan

Mari hadirin, buang kebiasaan yang buruk itu dan ganti dengan kebiasaan yang baik. Mari bersama kita bisa mengatasi masalah sampah ini. Sadar, mau dan konsisten akan merubah lingkungan kita menjadi lebih apik.
Akhir kata, saya memohon maaf apabila ada kata yang dan makna yang salah, kepada Allah SWT saya memohon ampun. Saya akhiri Wasalamualaikum WR. WB.
Nah, itulah contoh pidato tentang membuang sampah sembarangan. Pidato ini bisa anda bacakan jika ada sebuah acara atau pertemuan berkenaan atau berkaitan dengan sampah.
Untuk menambah tajam pidato anda, carilah referensi data terkait sampah, hal ini agar pidato anda lebih berisi. Selamat mencoba.

Kenapa kita harus peduli dengan sampah ???

Lingkungan yang bersih akan membuat nyaman. Lingkungan yang kotor membuat tak nayamn dan mengundang hal-hal negatif seperti bakteri dan bau. Sampah bisa mencemari tanah, air dan juga udara.

Ketiganya adalah elemen yang selalu berinteraksi dengan manusia. Jika sudah terkena kontaminan dari sampah maka akan sangat berbahaya.

Dampak negatif buang sampah sembarangan ?

Dampak dari adanya sampah yang berserakan dari hasil pembuangan sampah yang tak pada tempatnya menimbulkan pencemaran lingkungan meliputi pencemaran tanah, air dan udara.

Di Jakarta dan wilayah Pulau Jawa kita sering melihat bahwa banyak kejadian banjir akibat sampah yang menumpuk di sungai. Sampah juga secara pasti menimbulkan pendangkalan pada sungai.

Kemudian, sampah tersebut menjadi tempat bersarang dan berkembang biaknya dari bermacam-macam vector penularan penyakit seperti lalat, kecoa, nyamuk dan tikus.

Di dalam tumpukan sampah basah kadang-kadang mengandung telur-telur cacing (Trichinellaspiralis, Ascaris Lumbrocoides, Oxyurisvermecularis, dan lain-lain).

Inilah yang menyebabkan sampah sebagai sumber penyakit. Bakterinya bisa menyebar dengan cepat tat kala lokasi tersebut lembab. Penyebaran bakteri tidak hanya via benda namun juga udara. Jadi akan sangat berbahaya ketika sampah sudah menumpuk di sembarang tempat.

Jadi, semua orang haruslah peduli dengan masalah sampah. Karena jika sudah akut maka akan menjadi masalah besar bagi banyak orang. Sampah bukan masalah sepele, sampah adalah msalah besar untuk penduduk bumi. Anda dan kita perlu peduli dengan sampah.

Demikianlah informasi terkait cara menanggulangi sampah dengan menggunakan pidato persuasif tentang jangan membuang sampah sembarangan. Semoga bisa memberikan referensi bagi anda. Salam lestari.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *