Aprilliati Sosialisikan Perda Ketahanan Keluarga dan Pergub AKB

Bandarlampung (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Bandarlampung Aprilliati SH, MH kembali turun ke konstituen dalam melaksanakan giat Sosialisasi Peraturan Daerah nomor 4 Tahun 2018 Tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga serta Peraturan Gubernur Nomor 45 Tahun 2020 Tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 di Kecamatan Tanjung Senang, Selasa (8/12).

Kegiatan sosper Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung ini menghadirkan dua narasumber yakni Akademisi Universitas Lampung Rini Fatonah dan Advokat Tahura Malagano dengan tetap menerapkan standar Protokol Kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh dengan thermo gun, menggunakan masker dan cuci tangan sebelum masuk ke lokasi acara.

Dalam kesempatannya, Aprilliati mengatakan tugas dan fungsi legislator ada tiga yakni legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan. Namun, untuk tahun ini dan tahun-baru berikutnya, Legislator DPRD Lampung ini menjelaskan bahwa ada tugas tambahan yakni mensosialisasikan produk DPRD berupa Perda ke masyarakat.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Lampung ini juga mengatakan, Pembangunan Daerah mencakup semua dimensi aspek kehidupan termasuk pembangunan keluarga sebagai unit sosial terkecil masyarakat yang harus dibina dan dikembangkan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur sesuai cita-cita luhur dan jati diri bangsa Indonesia.

Aprilliati juga mengatakan, Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga dalam rangka mewujudkan dan meningkatkan kemampuan, kepedulian, serta tanggung jawab Pemerintah Daerah, keluarga, masyarakat, dan dunia usaha dalam mewujudkan, meningkatkan keuletan dan ketangguhan keluarga.

“Tujuan dibentuknya Peraturan Daerah ini untuk terwujudnya kualitas keluarga dalam memenuhi kebutuhan fisik material dan mental, spiritual, secara seimbang sehingga dapat menjalankan fungsi keluarga secara optimal, menuju keluarga sejahtera lahir dan batin, serta harmonisasi dan sinkronisasi upaya pembangunan ketahanan keluarga yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah, Masyarakat, dan dunia usaha,” ujarnya.

Selain mensosialisasikan Perda tersebut, Aprilliati juga mengedukasi masyarakat tentang adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19. Hal ini seperti yang tertuang dalam Pergub nomor 45 tahun 2020.

“Saya selalu mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokoler kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Sebab, bakal ada sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan seperti tidak memakai masker,” jelasnya.

Sementara Pemateri lainnya, Rini Fatonah dalam paparannya mengatakan bahwa keluarga merupakan suatu komponen terkecil dan terpenting bagi pembangunan suatu daerah. Keluarga Berkualitas adalah keluarga berketahanan dan menjalankan beberapa fungsi, yaitu fungsi agama, fungsi budaya dan fungsi sosio-ekonomi. Selain itu, mereka juga menjalankan fungsi cinta kasih, fungsi keamanan, fungsi reproduksi, serta keluarga yang senantiasa menjalankan fungsi-fungsi lingkungan yang sehat dari narkoba, terlebih di tengah Covid-19.

“Dengan adanya wabah covid 19 ini kita jangan bercerai berai, justru positifnya kita harus bahu-membahu dengan anggota keluarga, masyarakat maupun pemerintah dalam meningkatkan ketahanan keluarga,” jelasnya.

Senada, Tahura Malagano mengatakan selama wabah Covid 19, tingkat perceraian meningkat drastis. Hal ini diprakarsai oleh perekonomian yang diakibatkan banyaknya PHK massal. “Maka, dalam massa pandemi Covid 19 ini kita dituntut mawas diri, dan menjaga pondasi keluarga, serta meningkatkan iman dan takwa. Selain itu, faktor kriminalitas juga bertambah drastis di massa pandemi dan ini diakibatkan oleh himpitan ekonomi keluarga,” jelasnya. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *