Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Bandarlampung Kembali Terjadi

Bandarlampung (LW): Komnas Perlindungan Anak/LPA Kota Bandar Lampung kembali menerima laporan kekerasan seksual terhadap anak di Sekretariat Komnas PA/LPA di Tanjung Baru, Kedamaian, Selasa (15/12).

Kejadian ini menambah panjang catatan kasus kerasan seksual pada anak di Kota Bandar Lampung yang dicatat berdasarkan laporan dari masyarakat menjadi 9 kasus dari 24 laporan yang diterima sepanjang tahun 2020.

Ketua Komnas Perlindungan Anak/LPA Bandar Lampung Ahmad Apriliati Passa membenarkan telah menerima laporan tersebut. “Ya, kami telah menerima laporan kekerasan seksual terhadap seorang anak, berusia sekitar 17 tahun yang meminta bantuan pendampingan hukum dan pemulihan psikologis, anak tersebut datang bersama ibu kandung,” ujarnya.

Kronologis kejadian, jelas April, pada tanggal 10 Desember 2020 telah terjadi pemerkosaan yang dilakukan oleh A (52 tahun) yang merupakan ayah tiri korban dengan modus korban diberikan semacam minuman perangsang dan diminumkan kepada kepada korban, sehingga korban merasa nyaman dengan pelaku dan pada saat itulah dengan bejatnya pelaku yang berprofesi sebagai PNS dan guru di salah satu SMP Negeri di Kota Bandar Lampung menyetubuhi anak tirinya.

Setelah kejadian baru korban sadar bahwa ayah tirinya telah menyetubuhinya. ” Keadaan ini dibenam sendiri oleh korban selama 3 hari dan baru berbicara kepada keluarganya setelah setelah 3 kejadian tersebut berlangsung. Baru setelah itu korban didampingi ibu kandungnya (K) melaporkan kejadian tersebut ke Mapolresta Kota Bandar Lampung,” jelas dia.

Akhirnya, tambah dia, pada Senin 14 Desember 2020 pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan di kediamannya di Tanjung Karang Pusat setelah mengaku bersalah. Saat ini pelaku telah mendekam di sel tahanan Polresta Bandar Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara saat melaporkan kejadian dan meminta pendampingan hukum dan psikis, korban terlihat masih trauma dan butuh pendampingan pemulihan.

Ditambahkan Donal Andrias, Sekretaris Komnas PA/LPA Bandar Lampung yang mendampingi langsung kasus ini bahwa sejauh ini pihaknya telah menghubungi psikiater Mitra Komnas PA Bandar Lampung dan berkoordinasi dengan Dinas P3A Kota Bandar Lampung menyampaikan peristiwa tersebut dan meminta Dinas P3A Kota Bandar Lampung untuk memfasilitasi korban untuk segera dilakukan trauma healing oleh psikiater.

Atas kejadian ini Komnas Perlindungan Anak/LPA Bandar Lampung mengutuk keras apa yang dilakukan pelaku terhadap korban yang merupakan anak tirinya sendiri dan layak dihukum seberat-beratnya berdasarkan UU Perlindungan Anak dan jika perlu dihukum berlapis, diberhentikan sebagai guru (PNS) karena tidak memberikan contoh yang baik sebagai pengajar sehingga dengan hukuman ini benar-benar membuat pelaku jera. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *