Taufik Basari: Kepatuhan dan Kesadaran Hukum Masyarakat Masih Rendah

Pesawaran (LW): Anggota Komisi III DPR RI yang juga Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Taufik Basari mengajak masyarakat untuk patuh dan sadar hukum. Hal ini disampaikan Taufik saat menggelar kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI di Bernung, Gedong Tataan pada 19 Desember 2020.

Taufik yang sebelumnya dikenal sebagai seorang pengacara dan aktivis HAM ini mengaku kesadaran masyarakat terhadap kepatuhan hukum masih rendah.

Dirinya mencontohkan, masih banyak masyarakat yang melanggar rambu-rambu lalu lintas saat berkendara di jalan, meski mereka sudah mengetahui peraturan yang ada.

“Contoh sederhana lampu merah tetap diterobos, masih banyak pengendara roda dua tidak menggunakan helm saat berkendara, membuang sampah sembarangan, mencuri, jambret hingga berbuat anarkisme,” ungkapnya.

Taufik mengimbau agar masyarakat lebih sadar dan taat hukum sehingga kehidupan bisa aman dan tentram. Kesadaran hukum masyarakat sebagai penjelmaan dari budaya hukum masyarakat menurut Taufik, harus terus ditanamkan agar kepatuhan masyarakat terhadap hukum dapat terus ditingkatkan. Di dalam budaya hukum itu dapat dilihat suatu tradisi perilaku masyarakat dan kesehariannya yang sejalan dengan undang-undang atau rambu-rambu hukum yang telah ditetapkan.

“Tidak jarang hukum itu diciderai, dilanggar, bahkan dimanipulasi fungsinya oleh orang yang memang mempunyai kepentingan, atau orang yang masih menganggap tidak pentingnya sebuah hukum yang ada di masyarakat. Perilaku seperti ini harus kita ubah bersama” imbuhnya.

Penegakan supremasi hukum adalah upaya manusia untuk menggapai ketertiban yang dibutuhkan. Dalam penegakan hukum tersebut, yang pokok adalah menysinergikan perundang-undangan, aparat penegak hukum, dan budaya hukum masyarakatnya. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *