Tamanuri: Tidak sulit Memahami dan Mengamalkan Pancasila

Mesuji (LW): Anggota MPR RI, Drs. H. Tamanuri, MM, menilai sebenarnya tidak sulit untuk memahami dan menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehari-hari, karena Pancasila digali dari masyarakat Indonesia dan dirumuskan oleh para bapak bangsa Indonesia.

“Pancasila lahir dari bangsa Indonesia sehingga memahami Pancasila sesungguhnya tidak rumit dan melaksanakan Pancasila juga tidak sulit,” kata Tamanuri dalam penjelasannya pada Sosialisasi Empat Pilar MPR di Desa Adi Luhur Kecamatan Pancajaya Kabupaten Mesuji, Selasa (25/5/2021).

Sosialisasi Empat Pilar MPR itu atas kerjasama MPR dengan Kepala Desa Adi Luhur Suharman dan Didik Prasetya Tokoh Masyarakat setempat.

Menurut Tamanuri, Pancasila telah disiapkan bapak bangsa yang di antaranya terdiri dari para tokoh ulama, tokoh Ormas, tokoh politik, dan lainnya.

“Karena itu wajar apabila Pancasila dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk menjaga NKRI dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Di antara mereka yang terlibat menyiapkan Pancasila adalah para tokoh bangsa, termasuk juga dari umat Islam, maka tidak mungkin Pancasila menghadirkan mudharat,” ujarnya.

Ia menyinggung soal pemakaian bahasa Indonesia. “Pancasila tidak menggunakan bahasa Inggris, atau Perancis, atau bahasa Sansekerta. Tetapi menggunakan bahasa Indonesia yang dipahami rakyat Indonesia,” katanya.

Ia juga menyebutkan beberapa tokoh pendiri bangsa seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Ahmad Subarjo, Moh. Yamin, Hi. Agus Salim dan lainnya yang terlibat dalam BPUPKI untuk mempersiapkan Indonesia merdeka dan menyiapkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara Indonesia.

Semua tokoh pendiri bangsa saat itu sangat mengutamakan persatuan dan kesatuan semua komponen anak bangsa, tanpa melihaqt latarbelakang agama, suku dan warna kulit. Semata-mata hanya untuyk terwujudnya Negara Republik Indonesia yang berdaulat.

“Dengan latar belakang sejarah itu, Pancasila bisa dipahami dan dilaksanakan dengan baik dan benar misalnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Jika dilaksanakan dengan baik dan benar maka kita akan menolak paham komunisme, atheisme, liberalisme, LGBT, karena pasti tidak sesuai dengan sila pertama Pancasila,” katanya.

Ia mengajak warga Pancajaya Mesuji untuk tampil di garda terdepan dalam membela serta membumikan Pancasila dalam ehidupan sehari-hari. Terutama menjaga dan mengamankan Pancasila, apabila terjadi penyimpangan-penyimpangan terhadap ideologi negara yang sangat kita banggakan. Jelasnya dalam akhir pemaparan materi. (LW)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *