Komnas PA Sambut Baik YLBH Kutub Ikut Sinergi Dalam Perlindungan Anak

Bandarlampung (LW): Komnas Perlindungan Anak Kota Bandar Lampung menerima kunjungan silaturahmi dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum – Keadilan untuk Bangsa (YLBH Kutub) di Sekretariat Komnas Perlindungan Anak Kota Bandar Lampung, Rabu (17/6).

Kedatangan YLBH Kutub disambut langsung Ahmad Apriliandi Passa selaku Ketua Komnas PA Bandar Lampung, Fitra Ariyansah Koordinator Advokasi & Reformasi Hukum dan Riki Hendrawan Koordinator Bidang Sosialisasi.

Kehadiran YLBH Kutub ke sekretariat Komnas PA Bandarlampung dalam rangka silaturahmi sekaligus menjalin sinergisitas dalam hal Perlindungan Anak di Provinsi Lampung, khususnya Bandarlampung.

“Hari ini kita mendapat kunjungan dari teman-teman YLBH Kutub. Tentunya kita sangat menyambut baik apa yang menjadi niatan siapapun untuk bersinergi dalam hal perlindungan anak di Kota kita ini,” jelas Apriliandi.

Sebab menurut dia, tanggungjawab Perlindungan Anak adalah tanggungjawab bersama dari unsur pemerintah maupun masyarakat, semakin banyak masyarakat atau penggiat perlindungan anak, hal ini semakin baik.

“Terlebih pada tahun 2020 angka pengaduan masyarakat kasus anak di Komnas PA/LPA se-Lampung meningkat dari tahun ke tahun yakni sejak tahun 2016 (108 kasus), 2018 (121 kasus), 2019 (180 kasus) dan 2020 (198 kasus) Dari data tersebut disebutkan oleh Ketua Komnas PA Provinsi Lampung (Arieyanto Werta) adalah dominan dari kasus kekerasan seksual pada anak,” bebernya.

Hal ini senada dengan data yang ada di Komnas PA Bandar Lampung sebanyak 9 dari 26 pengaduan kasus anak di tahun 2020 yang dijumpai adalah kejahatan seksual pada anak (hampir 40% dari kasus yang ada).

“Oleh sebab itu Komnas PA setuju untuk dapat saling bersinergi dengan berbagai pihak termasuk YLBH Kutub, untuk bersama menekan angka kekerasan terhadap dan menangani bersama permasalahan anak di Kota Bandar Lampung maupun Provinsi Lampung,” pungkasnya. (LW)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *