Budiman AS Kritisi Tunggakan Berbulan-bulan Insentif RT

Bandarlampung (LW): Anggota DPRD Lampung Dapil Bandarlampung Budiman AS  mengkritisi sikap Pemkot Bandarlampung yang belum juga melunasi insentif para RT yang “nunggak” beberapa bulan sejak 2021.

Menurut Budiman, Pemkot Bandarlampung dalam hal ini Walikota Bandarlampung belum mampu mensejahterakan rakyatnya, termasuk perangkat daerah (RT, Linmas dll).

“Ini merupakan skala prioritas yang harus dibayar. Kasihan mereka, sudah bekerja tetapi tidak dibayarkan haknya. Jangan sampai jadi pemimpin yang dzolim,” ucap Ketua Demokrat Bandarlampung ini, Kamis (3/11).

Budiman mengingatkan agar Pemkot jangan terlena dengan keindahan atau estetika dari tampilan kota Bandarlampung, dengan mempercantik kota. Namun, tidak memikirkan nasib masyarakatnya, apakah sudah sejahtera atau belum, seperti nasib ribuan RT tersebut.

Sebab menurut Budiman, insentif itu wajib hukumnya dibayarkan. Karena pemberian insentif tersebut telah disepakati bersama dan merupakan produk APBD yang sudah diparipurnakan. Artinya, produk hukum tersebut tidak boleh dilanggar.

Hal ini jelas berbeda dengan yang diutarakan Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPKAD Bandar Lampung M Nur Ramdhan yang menganggap tunggakan insentif RT hingga Bhabinkamtibmas pada Juni sampai Desember 2021 selesai.

Menurutnya, insentif bukan kewajiban yang harus dibayar oleh pemerintah. Insentif merupakan hadiah yang dibayar sesuai kemampuan keuangan.

“Sebetulnya insentif itu bukan kewajiban, beda dengan gaji tenaga kontrak, dan PPPK. Kalau insentif iya melihat kemampuan keuangan, jika dananya ada dan cukup pasti kita bayarkan,” kata M Nur Ramdhan, seperti dilansir dari Rmollampung.id, Senin (31/10).

Sementara itu, untuk insentif RT hingga Bhabinkamtibmas bulan Juni 2022 telah ditransfer dari kas daerah. Kemungkinan besok akan disalurkan.

“Uangnya dari kas daerah sudah keluar semua. Mungkin besok akan dibayarkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, M Nur Ramdhan mengaku akan mengusahakan membayar insentif setiap bulannya sekitar Rp12 miliar. Sehingga tahun 2022 akan dibayarkan hingga Agustus.

“Kita bayarkan hingga Agustus karena terpotong empat bulan untuk membayarkan insentif 2021. Anggaran kan tetap 12 bulan,” jelasnya. (*/LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *