Gugat Ketua Demokrat Lampung ke PN, BHPP Demokrat Lampung Nilai RMI “Membangkang”

Bandarlampung (LW): Gugatan terhadap Ketua DPD PD Lampung di PN Tanjungkarang Bandarlampung, yang dilakukan RMI selaku Wakil Ketua DPRD Lampung dinilai pembangkangan terhadap keputusan DPP Partai Demokrat.

Hal ini disampaikan Badan Hukum dan Pengamanan Partai (BHPP) DPD Partai Demokrat Lampung Ali Akbar.

Diketahui, beberapa waktu lalu Partai Demokrat mengirimkan surat pergantian pimpinan DPRD Lampung ke sekretariatan DPRD Provinsi Lampung. Dalam surat tersebut tertera tembusan dari DPP Partai Demokrat yang ditandatangani Ketua Umum AHY dan Sekretaris Jenderal Teuku Riefky Harsya. Namun, hal ini mendapat perlawanan dari RMI yang melaporkan Ketua DPD Demokrat Edi Irawan Arief ke PN.

BHPP Demokrat Lampung Ali Akbar menilai, adanya pergantian pimpinan DPRD merupakan wewenang dari pusat, DPD hanya sebatas merekomendasi. “Jadi, kami menilai ada upaya dugaan pembangkangan dari yang bersangkutan terkait penolakan untuk diganti dari jabatan pimpinan DPRD Lampung,” ucap Ali (12/11).

Selain itu, menurut dia, ada upaya perlawanan dari Raden Ismail yang melaporkan Ketua Demokrat Lampung Edi Irawan Arief ke PN, padahal ini merupakan sengketa di internal. “Kami sangat menyayangkan sikap yang bersangkutan dengan adanya pelaporan ini,” jelasnya.

BHPP juga menyoroti kelembagaan DPRD Lampung yang dinilai melawan hukum, karena diduga tidak memproses dan menjalankan rekomendasi dari Partai Demokrat yang berupa surat masuk pergantian pimpinan tersebut. Oleh karenanya, lanjut dia, BHPP DPD Partai Demokrat Lampung sedang mempertimbangkan untuk melakukan gugatan secara perdata kepada pimpinan dewan atas dugaan perbuatan melawan hukum.

“Jadi, berdasarkan UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan juga Peraturan DPRD Provinsi Lampung No. 1 tahun 2019 tentang Tata Tertib DPRD Provinsi Lampung, bahwa seharusnya surat masuk ke sekretariatan DPRD Lampung itu dibacakan dan diproses. Nah, informasi yang beredar, pada sidang paripurna belum lama ini, surat masuk tersebut tidak dibacakan. Ini kan sama saja mengabaikan Partai Demokrat,” tegasnya. (LW)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *