Momen Peringatan Hari Pahlawan, Ni Ketut Dewi Nadi Ajak Masyarakat Tak Lupakan Sejarah Perjuangan Bangsa

Lampung Tengah (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung Ni Ketut Dewi Nadi mengajak masyarakat Lampung Tengah untuk meneladani sikap para pahlawan terdahulu yang telah berjuang mengorbankan segenap jiwa dan raga demi meraih kemerdekaan.

Hal ini disampaikan Srikandi PDI Perjuangan tersebut saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Balai Kampung Gaya Baru 6 Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah (13/11).

Menurut Anggota Komisi IV DPRD Lampung ini, pelaksanaan sosialisasi tersebut masih dalam momen peringatan hari pahlawan yang jatuh pada 10 November.

“Para pejuang terdahulu rela berkorban jiwa dan raga demi meraih kemerdekaan, jadi sudah sewajibnya kita mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif,” ujar Dewi Nadi.

Bendahara Fraksi PDIP Lampung ini juga mengatakan, salah satu tujuan digelarnya sosialisasi ini dalam rangka memberi edukasi dan pemikiran kepada masyarakat khususnya anak muda dalam mencegah hal-hal yang bertentangan dengan pancasila, salah satunya paham radikalisme, intoleransi, maupun kabar hoax.

“Generasi muda bangsa harus memahami tentang pentingnya ideologi pancasila. Maka, dengan adanya Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan ini saya berharap pemuda-pemudi dapat menjaga keutuhan NKRI dengan bergotong royong, saling menghormati, toleransi dan tentunya mencegah paham radikalisme di daerah kita,” ucapnya.

Dihadiri I kadek Asean Nafiri Anggota DPRD Lampung Tengah dan Anggota DPR RI I Komang Koheri sebagai narasumber, Dewi Nadi juga berpesan kepada masyarakat bahwa dalam pesatnya kemajuan teknologi informasi, para pemuda harus memahami serta mengamalkan Pancasila agar dapat menjaga dan melindungi negara Indonesia.

“Bangsa Indonesia ialah bangsa yang memiliki semangat perjuangan. Sudah 350 tahun lebih kita dijajah bangsa asing. Namun, karena kita memiliki semangat persatuan dan kesatuan dalam suatu wadah bernama Pancasila, kita bisa lepas dari penjajahan,” jelasnya. (LW)

Exit mobile version