Bandarlampung (LW): SMK SMTI Bandar Lampung terus menunjukkan perkembangan positif dalam hal penyerapan lulusan ke dunia industri. Kepala SMK SMTI, Farid Hardiana, SE, M.Ak., mengungkapkan bahwa angka keterlibatan alumni di industri meningkat setiap tahun dan menjadi bukti kualitas pendidikan yang diberikan.
“Setiap tahun kami mengalami peningkatan penyerapan lulusan SMTI yang langsung terjun ke industri,” ujarnya.
Farid menjelaskan bahwa sebagian lulusan memang memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan sekolah tidak mempermasalahkan pilihan tersebut. Namun, pihaknya tetap mendorong siswa untuk mempertimbangkan bekerja terlebih dahulu, khususnya jika berencana kuliah di perguruan tinggi swasta.
“Kami sudah edukasi ke anak-anak. Kalau mau kuliah silakan, terutama kalau di negeri. Tapi kalau swasta, lebih baik kerja dulu. Orang tua kadang berubah pikiran, tapi itu tidak masalah. Yang penting anak-anak paham dan siap,” jelasnya.
Saat ini SMK SMTI Bandar Lampung memiliki delapan kelas dengan total siswa lebih dari 300 orang. Untuk menjawab tingginya minat dan kebutuhan dunia kerja, sekolah tengah merencanakan penambahan kelas pada tahun mendatang. Tidak hanya itu, satu jurusan baru—Otomasi—juga sedang diajukan untuk dibuka pada tahun ajaran 2026/2027.
“Kami sudah mengajukan. Jika disetujui, di tahun ajaran 2026 jurusan otomasi ini akan kami buka. Ada lima guru teknik elektro yang sudah siap mengampu,” kata Farid.
Rencana pengembangan ini mendapat dukungan dari dunia industri. Direktur CV Spice Solution Indonesia, Weli Budiman, menyebut lulusan SMTI memiliki kesiapan kerja yang sangat kuat. Perusahaan pengolahan dan ekspor rempah tersebut rutin menerima siswa praktikum dari SMTI, dan menurutnya, kompetensi para siswa sudah selaras dengan kebutuhan industri modern.
“Pandangan saya, 80 persen alumni di sini siap kerja. Pola pikir mereka berbeda, untuk level SMK sudah sangat setel dan siap masuk industri,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keterampilan teknis siswa—mulai dari pengujian kandungan hingga analisis kadar air—sangat relevan dengan proses industri yang dijalankan perusahaannya.
“Pengetahuan mereka sudah bagus. Korelasinya dengan kebutuhan perusahaan kami sangat cocok,” ujar Weli.
Dengan rencana penambahan kelas dan pembukaan jurusan baru, SMK SMTI Bandar Lampung memperkuat posisinya sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan yang mampu mencetak lulusan siap kerja dan kompetitif di tingkat industri. (LW)











