HUT ke-18 PIRA Lampung, Tebar Sembako hingga Benih Ikan di Pesawaran

Pesawaran (LW): Delapan belas tahun perjalanan Perempuan Indonesia Raya (PIRA) menjadi momentum untuk memperluas pengabdian. Di Kabupaten Pesawaran, Pimpinan Daerah (PD) PIRA Provinsi Lampung merayakan hari jadinya dengan aksi nyata, menyalurkan 100 paket sembako kepada 100 janda, menanam pohon, hingga menebar benih ikan di Sungai Bronjong.

Mengusung tema “18 Tahun PIRA: Perempuan Berdaya, Bergerak Bersama, Peduli Sesama dan Lingkungan”, peringatan organisasi sayap Partai Gerindra tersebut tidak berhenti pada seremoni. PIRA Lampung memadukan kepedulian sosial dan pelestarian lingkungan dalam satu rangkaian kegiatan yang melibatkan pengurus, kader, serta unsur pemerintah daerah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan 100 paket sembako kepada 100 perempuan berstatus janda. Aksi kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama di lokasi acara, sebelum rombongan menuju Sungai Bronjong, Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, untuk melepas benih ikan ke perairan umum.

Tiga kegiatan tersebut membawa pesan yang sama: keberadaan organisasi harus mampu menghadirkan manfaat, baik bagi masyarakat yang membutuhkan maupun bagi lingkungan yang perlu dijaga keberlanjutannya.

Bantuan sembako menjadi bentuk kepedulian terhadap warga, sementara penanaman pohon dan penebaran benih ikan diarahkan untuk mendukung kelestarian alam serta menjaga sumber daya lingkungan agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua PD PIRA Provinsi Lampung, Hj. Elly Wahyuni, mengatakan peringatan HUT ke-18 menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat kehadiran PIRA di tengah masyarakat.

“Harapan kami, semoga PIRA bisa semakin memberi manfaat kepada masyarakat, lebih dekat dengan masyarakat, dan bisa membantu pemerintah dalam membentuk generasi bangsa ke depan yang lebih berkualitas,” ujar Elly, kemarin.

Menurut dia, peran PIRA tidak hanya berkaitan dengan pemberdayaan dan partisipasi perempuan dalam politik, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kegiatan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.

Semangat tersebut, lanjutnya, menjadi bagian dari upaya menjadikan organisasi semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Puncak peringatan HUT ke-18 PIRA Lampung dihadiri Pembina PD PIRA Provinsi Lampung yang juga Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza.

Turut hadir Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, S.H., Pembina PIRA Pesawaran sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran Cindy Aria Anton, S.E., M.M., anggota DPRD Kabupaten Pesawaran Fraksi Gerindra M Rinaldi Alzier, Riza Fahlevi, S.Farm., jajaran organisasi perangkat daerah Pemkab Pesawaran, Camat Way Lima, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan pengurus dan kader PIRA dari berbagai daerah di Lampung.

Dalam sambutannya, Antonius membuka pidato menggunakan bahasa Lampung. Hal itu sejalan dengan semangat pelestarian budaya daerah yang didorong melalui Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 tentang Hari Kamis Beradat.

Antonius mengapresiasi perjalanan 18 tahun PIRA sebagai wadah bagi perempuan untuk berkembang, berorganisasi, dan mengambil bagian dalam pembangunan. Menurutnya, perempuan memiliki ruang kontribusi yang semakin luas, mulai dari parlemen, birokrasi pemerintahan, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Saat ini perempuan tidak lagi berada di belakang. Di parlemen maupun birokrasi pemerintahan, keterwakilan perempuan sangat diperhitungkan. PIRA telah menjadi pelita bagi perempuan Indonesia menuju kesetaraan dan kemajuan,” kata Antonius.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk terus bersinergi dengan PIRA dalam mendukung program pembangunan daerah, memperkuat ketahanan keluarga, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Peringatan HUT ke-18 ini menjadi penanda perjalanan sekaligus momentum bagi PIRA Lampung untuk terus memperluas kontribusi. Melalui bantuan sosial, penanaman pohon, dan penebaran benih ikan, organisasi tersebut berupaya menerjemahkan semangat perempuan berdaya ke dalam kegiatan yang menyentuh kehidupan masyarakat.

Sebab, kepedulian tidak cukup hanya disuarakan. Ia perlu diwujudkan melalui tindakan, sekecil apa pun langkahnya, agar manfaatnya dapat dirasakan hari ini dan tetap bernilai bagi generasi mendatang. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *