Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Akhiri Rakit ke Sekolah, Pemprov Lampung Bangun Jembatan Kali Pasir

Bandarlampung (LW): Pemerintah Provinsi Lampung memastikan pembangunan jembatan di Kali Pasir, Sungai Batanghari, yang menghubungkan Desa Kali Pasir dan Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur. Pembangunan ini menjadi solusi konkret atas persoalan akses pendidikan, setelah puluhan anak sekolah selama bertahun-tahun harus menyeberangi sungai menggunakan rakit.

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, mengatakan penanganan jembatan tersebut dilakukan melalui pembangunan jembatan darurat sebagai langkah cepat, yang dikoordinasikan bersama Panglima Kodam II/Sriwijaya melalui Kodam II/Radin Intan.

Menurutnya, keterlibatan TNI diperlukan mengingat kondisi lokasi yang berisiko tinggi serta membutuhkan kecepatan dan ketepatan penanganan di lapangan.

“Alhamdulillah, saat ini sudah diprioritaskan melalui pembangunan jembatan Merah Putih. Pak Gubernur langsung yang meminta dukungan Pangdam,” ujar Taufiqullah, Senin (2/2).

Ia menjelaskan, pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut sejatinya membutuhkan anggaran besar dan tidak dapat dilakukan secara parsial. Total kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp70 miliar agar jembatan memenuhi standar keselamatan dan kelayakan teknis.

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, lanjut Taufiqullah, telah menghitung kebutuhan anggaran tersebut. Namun keterbatasan fiskal daerah membuat proyek strategis ini tidak memungkinkan dikerjakan secara mandiri.

“Anggaran Rp70 miliar itu dibutuhkan untuk menjamin akses pendidikan yang aman bagi sekitar 90 pelajar di wilayah tersebut,” tambahnya.

Kondisi itu, kata Taufiqullah, menggugah perhatian Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal untuk mengambil alih koordinasi dan melibatkan pemerintah pusat. Sejak awal menjabat, Pemprov Lampung telah mengirimkan surat resmi kepada pemerintah pusat agar penanganan jembatan dapat dibantu.

Menindaklanjuti hal tersebut, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melakukan survei teknis di lokasi. Hasilnya, jembatan dinyatakan tidak memungkinkan diperbaiki sebagian. Faktor risiko longsor dan keselamatan pengguna membuat opsi rehabilitasi dinilai tidak layak, sehingga pembangunan ulang dari awal menjadi rekomendasi utama.

“Berbagai upaya sudah dilakukan Pak Gubernur sejak awal menjabat. Alhamdulillah, jembatan Merah Putih ini akan menjadi solusi. Targetnya rampung pada semester pertama 2026,” jelasnya.

Taufiqullah pun meminta masyarakat untuk bersabar menunggu proses pembangunan yang tengah berjalan.

“Ini sudah menjadi prioritas utama. Kami mohon masyarakat bersabar karena ada tahapan teknis dan birokrasi yang harus dilalui,” pungkasnya. (*)