
Bandarlampung (LW): Pandemi Covid-19 dua pekan ini bertambah 3.340 pasien di Lampung. Di lain pihak, Kadiskes Lampung Reihana meminta media membantu dengan pemberitaan positif agar naik imun masyarakat.
Menanggapi hal tersebut Tokoh Politik Senior Lampung, Alzier Dianis Thabranie (ADT) mengaku aneh. ADT menjelaskan, media dapat informasi soal Covid-19 dari Dinkes malah diminta membuat berita positif. “Berita positif seperti opo toh? Mak jelas,” ujarnya (15/2).
“Ingat, media itu adalah bagian dari Pentahelix. Tolong masyarakat jangan diberikan berita-berita yang negatif, kalau bisa yang positif agar imunnya meningkat,” ujarnya.
Tanpa menjelaskan apa yang dimaksud berita negatif atau positif soal Covid-19, Reihana malah menjelaskan soal tugas standar Dinkes serta soal tempat isolasi terpadu (isoter).
ADT sudah mengusulkan kepada Gubernur Lampung Arinal Djunaidi agar mengganti Reihana sejak tahun lalu. Dia menilai kadiskes itu tak memiliki terobosan-terobosan dalam menekan pandemi Covid-19.
Alih-alih fokus melakukan terobosan-terobosan upaya mengatasi Covid-19, media malah diminta membuat pemberitaan-pemberitaan yang positif soal Covid-19. “Media itu memotret apa adanya, bukan tukang tambal ketidaksuksesan pemangku kebijakan,” katanya.
ADT mengatakan masih banyak yang lebih muda, lincah, dan pintar dalam mencari terobosan mengatasi gelombang ketiga pandemi Covid-19.
Tahun lalu (07/10/2021), Alzier sudah menilai Reihana telah gagal total dalam menangani Covid-19. Saat itu, Lampung menduduki peringkat pertama angka kematian tertinggi se-Indonesia, yakni 7,7 persen.
Data terbaru, selama periode 2 Maret 2020–22 Januari 2022, Lampung memiliki tingkat kematian (case fatality rate/CFR) Covid-19 yang masih juga tertinggi di Indonesia.
Lampung memiliki tingkat kematian (case fatality rate/CFR) Covid-19 tertinggi di Indonesia. “Ini capaian terburuk Pemprov Lampung, sangat memalukan, prihatin sekali,” ujarnya.
Menurut Alzier, Arinal harus cepat mengambil langkah konkrit, agar angka kematian dapat ditekan sekecil mungkin. “Sudah-sudah lagi, ngurusin yang gak bener,” tandasnya. (*)











