Bandarlampung (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Gerindra, Andika Wibawa, kembali menegaskan pentingnya penguatan ideologi Pancasila di tengah derasnya arus ideologi asing yang berpotensi memecah belah bangsa. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIPWK) ke-2 yang digelar di daerah Kota Baru, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Minggu (25/5).
Dalam sambutannya, Andika Wibawa menyampaikan bahwa saat ini Indonesia tengah menghadapi tantangan ideologis yang nyata, dengan munculnya berbagai paham yang saling menjatuhkan dan berupaya menggantikan posisi Pancasila sebagai dasar negara.
“Saat ini banyak ideologi yang bermunculan, saling menjatuhkan dan ingin mengungguli. Namun dengan adanya Pancasila, kita punya tameng yang mampu menangkal semua ideologi yang ingin meruntuhkan negara Indonesia,” tegasnya.

Andika juga menekankan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama semangat gotong-royong, saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga toleransi antarumat beragama serta antargolongan.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber Agus Tiono, yang menyoroti akar historis nilai-nilai Pancasila. Ia mengungkapkan bahwa lima sila dalam Pancasila sesungguhnya telah hidup dalam budaya dan tradisi bangsa Indonesia jauh sebelum Indonesia merdeka.
“Lima dasar itu sudah ada di negara kita sejak lama, bahkan sejak era Kerajaan Majapahit, meski kala itu belum disebut dengan nama Pancasila. Kini, itu menjadi ideologi negara dan sudah sepatutnya kita amalkan,” ujar Agus.

Agus juga memberikan apresiasi khusus kepada para ibu sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter generasi bangsa.
“Ibu adalah madrasah pertama, benteng terakhir. Tugasnya luar biasa dalam menjaga dan membimbing anak-anak,” imbuhnya.
Menurut Andika, acara PIPWK ini tidak hanya menjadi forum edukasi, namun juga momentum refleksi tentang pentingnya menjaga dan menghidupkan kembali semangat Pancasila di tengah tantangan zaman. Andika juga berharap kegiatan serupa terus digelar untuk memperkuat jati diri kebangsaan masyarakat Lampung, khususnya generasi muda di Kota Bandarlampung. (LW)











