Tuba Barat (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung, Putra Jaya Umar, melanjutkan kegiatan reses dengan menyerap aspirasi masyarakat di Tiyuh Mulya Sari, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Rabu (12/11).
Dalam pertemuan tersebut, warga Mulya Sari menyoroti kondisi infrastruktur yang dinilai sudah lama membutuhkan perhatian serius. Keluhan terutama mengarah pada kerusakan jalan usaha tani yang menjadi akses utama petani dalam mengangkut hasil pertanian. Kondisi jalan yang rusak, berlubang, dan sulit dilalui saat musim hujan dinilai menghambat produktivitas serta meningkatkan biaya operasional warga.
Selain itu, warga juga menyampaikan persoalan terkait jalan lingkungan di sejumlah titik yang sudah mulai rusak. Mereka berharap pemerintah provinsi dapat memberikan porsi perhatian lebih agar akses mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, aman, dan mendukung aktivitas ekonomi sehari-hari.
Menanggapi aspirasi tersebut, Putra Jaya Umar menegaskan komitmennya untuk mengawal kebutuhan masyarakat Mulya Sari agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah. Ia menilai perbaikan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan warga.
“Kita akan catat dan bawa seluruh aspirasi ini kepada pihak terkait. Infrastruktur itu bukan hanya soal jalan, tetapi juga tentang kelancaran ekonomi masyarakat. Kalau aksesnya baik, maka biaya produksi turun dan aktivitas warga menjadi lebih mudah,” ujar Putra Jaya Umar saat berdialog dengan masyarakat.
Tak hanya memfokuskan diri pada persoalan pembangunan fisik, Putra Jaya Umar juga mengisi sesi reses dengan memberikan edukasi mengenai ancaman sosial yang kini marak terjadi, seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, dan jeratan pinjaman online ilegal. Ia menilai bahwa kemudahan akses teknologi harus dibarengi dengan peningkatan literasi digital agar masyarakat tidak terperangkap dalam masalah baru.
“Kita semua harus waspada. Narkoba dan judi online bisa merusak masa depan generasi muda kita. Begitu juga pinjaman online, banyak kasus warga terjebak bunga tinggi hingga kehilangan aset. Edukasi ini penting agar masyarakat lebih berhati-hati,” tegasnya. (LW)











