Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Cahaya Yang Tak Pernah Redup

DUA puluh tahun sudah Partai Demokrat berkiprah di kancah perpolitikan negeri ini. Partai yang didirikan pada 9 September 2001 dan disahkan pada 27 Agustus 2003 ini, awalnya terbentuk dengan niatan menjadikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai Presiden RI.

Setahun paska disahkan menjadi parpol, Partai Demokrat langsung menunjukkan gaungnya. Di pemilu pertamanya, Partai yang mendapatkan nomor urut 9 ini berhasil masuk lima besar partai dengan perolehan suara terbanyak ke-4 di Pemilihan legislatif 2004 silam. Tak hanya itu, dengan popularitas dan elektabilitas yang mulai naik, Partai berlambang mercy ini pun mampu mengantarkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Presiden RI di Pilpres 2004.
Sukses..

Tak perlu waktu lama, lima tahun berikutnya Partai Demokrat berhasil ‘menguasai’ negeri ini sebagai pemenang Pileg 2009 dengan memperoleh 20 persen lebih suara se-Antero Raya. Di tahun yang sama, SBY pun terpilih kembali sebagai Presiden RI setelah menang di Pilpres 2009..mantap

Kesuksesan dan kegemilangan ini rupanya merambat sampai ke Provinsi hingga Kabupaten/kota. Masa kejayaan Partai yang saat itu dikomandoi Hadi Utomo ini tertular di Provinsi Lampung, di mana Partai Demokrat menjadi Partai pemenang di Provinsi Lampung, begitu pun di Kota Bandarlampung.
Efek SBY? Dirasa demikian.
Yang jelas, Partai Demokrat sukses meyakinkan rakyat dan mendapat kepercayaan masyarakat Indonesia sebagai salah satu partai yang banyak berbuat untuk rakyat.

Di Lampung pun, tepatnya di 2014, Partai Demokrat berhasil menjadikan Muhammad Ridho Ficardo sebagai Gubernur Lampung di Pilgub 2014. Ridho yang merupakan Ketua Partai Demokrat Lampung berpasangan dengan Bachtiar Basri yang merupakan Bupati Tulangbawang Barat. Alhasil, keduanya mendapatkan hampir 45 persen suara.

Kiprah Partai Demokrat di tengah masyarakat dirasa sangat aktif. Hampir di setiap kesempatan, para pengurus dan kader partai di negeri ini turun ke masyarakat, baik dalam agenda non formil seperti silaturahmi hingga bakti sosial saat bencana melanda negeri ini.

Tak lepas dari ingatan saat gempa bumi dan tsunami memporak-porandakan Aceh pada 2004. Para kader partai berbondong-bondong memberi bantuan baik materi, maupun moral kepada para korban. Hal itu tak lepas dari instruksi partai dan tentunya Presiden SBY.

Di setiap event lain pun para kader turun, semisal Banjir di Ciliwung, longsor di Manado, hingga Gempa di Palu dan Donggala pada 2018 lalu.

Di masa pandemi covid-19 yang lebih dari setahun melanda Indonesia, Partai Demokrat pun tak tinggal diam. Sudah berkali-kali para kader partai di tiap-tiap daerah turun ke masyarakat membantu mengatasi Pandemi Covid-19, hal ini sesuai dengan instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai.

Contoh kecilnya di Lampung, hampir tiap bulan seluruh anggota fraksi Partai Demokrat di legislatif DPRD Lampung turun ke masyarakat. Selain mensosialisasikan produk dari DPRD, para anggota legislatif (Aleg) juga memberikan bantuan berupa santunan dan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak covid-19.
Uang pribadi? Hampir semua Aleg mengatakan yes.

“Sebab, ini bukti kerja Partai Demokrat yang peduli dengan sesama dan ada di tengah-tengah rakyat,” jelas Ketua Fraksi Demokrat Lampung Hanifal SP, baru-baru ini.

Tak hanya saat pandemi, di momen bulan Ramadhan pun, para kader partai dan anggota dewan rutin membagikan nasi kotak dan takjil kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan Budiman AS, Anggota DPRD Lampung Dapil Bandarlampung saat Ramadhan lalu.

“Ini merupakan bentuk solidaritas kita sesama muslim untuk berbagi di bulan Ramadhan. Ini bentuk kepedulian kita kepada masyarakat,” ucap Budiman.

Tak hanya Budiman dan Hanifal, Anggota Komisi V DPRD Lampung Deni Ribowo bahkan menggagas relawan peduli isolasi mandiri (isoman) dan relawan vaksinator. Menurut Deni, relawan peduli isolasi mandiri sangat dibutuhkan agar lebih mempermudah para warga yang terpapar covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah, memperoleh kebutuhan sehari-hari, seperti makanan, obat-obatan dan lain-lain.

Terlepas dari bakti kader untuk negeri, Partai Demokrat beberapa bulan lalu sempat digoncang isu kudeta. Kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang merupakan Ketua Umum Partai menggantikan ayahanda SBY, digoyang KLB Deli Serdang kubu Moeldoko cs.

Moeldoko cs menyinggung soal dinasti politik. Menurutnya, kekuasaan Partai berpusat di Ketum AHY dan Ketua Majelis Tinggi Partai, SBY.

Hal ini memantik emosi kader untuk membela habis-habisan Kepengurusan AHY. Pada Maret lalu, seluruh kader partai Demokrat di negeri ini mendatangi Kemenkumham di wilayah masing-masing, dengan satu tujuan agar Kemenkumham menolak keberadaan Demokrat versi KLB Deli Serdang. Hal ini berbuah manis, kepengurusan Moeldoko cs ditolak Kemenkumham.

Tak dipungkiri, polemik yang berlangsung beberapa bulan ini menaikkan popularitas dan elektabilitas partai jelang Pemilihan Umum 2024. Hal ini tak dibantah Ketua Fraksi Partai Demokrat Lampung Hanifal.

“Kita tak menampik dengan adanya polemik beberapa waktu lalu, popularitas dan elektabilitas partai naik. Namun, terlepas dari itu, kerja-kerja partai dirasa merupakan salah satunya faktor utama,” ucap Hanifal.

Demokrat bisa dibilang Partai yang tak pernah redup dan selalu bercahaya. Salah jika beranggapan bahwa Partai Demokrat seperti pasang surut air laut. Termasuk di bawah kepemimpinan AHY saat ini.

Hal ini diyakinkan Ketua DPC Partai Demokrat Bandarlampung Budiman AS yang optimis dengan kepemimpinan AHY.

“Kami bakal setia dan loyal terhadap Partai dan Ketum AHY,” ucap Budiman yang mendukung penuh AHY untuk nyapres di Pilpres 2024 mendatang.

Menurut Budiman, di bawah kepemimpinan AHY elektabilitas partai terus merangkak naik. “Pak AHY inikan pemimpin muda yang punya gagasan dan karakter bagus. Saya lihat kinerja, pergerakan, kebijakannya dan geliatnya Pak AHY ini bagus,” ungkapnya.

Tolak ukur keberhasilan AHY, sambung dia, ada di Pilkada 2020 se-Indonesia dengan hasil yang memuaskan. “Dengan multi flayer efek yang baik sekarang, terdampak juga di kota Bandarlampung, banyak yang mau masuk jadi kader. Kepercayaan mereka terhadap partai kita jadi tinggi,” ucapnya.

Kekaguman terhadap AHY juga dirasakan Muhammad Khadafi Azwar. Anggota DPRD Lampung Dapil Lampung Timur ini bahkan menyebut AHY sebagai magnet bagi emak-emak dan milenial untuk berpolitik. Tak dibantah memang dengan sosok tampan, tubuh atletis, cerdas dan lulusan Akademi Militer, kharisma yang dimiliki AHY mampu menarik simpatik para wanita, maupun perempuan milenial.

Terlalu dini rasanya menilai AHY sangat berpeluang menjadi the next president. Namun, dengan kerja keras Partai yang pastinya siap mendukung dan memenangkan, serta nilai plus dari sosoknya yang kharismatik, bukan tak mungkin jika Indonesia kedepannya dipimpin oleh Agus Harimurti Yudhoyono. Aamiinn..

Terakhir, penulis mengajak para pembaca untuk berdo’a bersama, semoga pandemi ini segera berakhir dan Indonesia bisa terbebas dari wabah virus corona.

Harapan itu pasti ada, seperti lirik lagunya SBY, Cahaya Dalam Kegelapan.

Mendung hitam itu akan pergi
Bersinar indah mentari pagi
Tuhan tersenyum taburkan berkah
Bagi yang tak pernah menyerah

Cahaya ada dalam hati kita
Dalam jiwa-jiwa penuh kasih
Harapan ada dalam hidup kita
Untuk yang mau berbagi..

Lampung, 22 Agustus 2021
Penulis: Rio Fauzul

#2dekadeDemokrat