Lampung Tengah (LW): Pemuda merupakan ujung tombak dalam penguatan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Hal ini ditegaskan Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Lampung Tengah Ni Ketut Dewi Nadi saat melaksanakan sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kampung Rama Gunawan, Seputih Raman, Lampung Tengah, Sabtu (23/8).
Bertema “Pemuda-Pemudi sebagai Generasi Penerus Bangsa Indonesia,” sosialisasi yang menghadirkan dua narasumber yakni Wakil Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri dan Ni Made Winarti ini, bertujuan untuk menyebarkan dan memperkuat pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Tujuannya agar mereka dapat mengetahui, memahami, memaknai, menerapkan, dan melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam pemaparannya, Ketut Dewi Nadi yang juga merupakan Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Lampung Tengah ini menekankan peran krusial pemuda sebagai agen perubahan, agen pembangunan, dan agen modernisasi. Dengan sikap kritis dan semangatnya, pemuda memiliki kekuatan untuk menyadarkan masyarakat dan menggerakkan perubahan sosial.

Pendidikan Pancasila disebut sebagai fondasi penting yang menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, generasi muda yang memahami Pancasila cenderung memiliki jiwa patriotisme yang tinggi dan bangga terhadap budaya bangsanya sendiri. Selain itu, pemahaman ini juga membantu mereka untuk tidak mudah terombang-ambing oleh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai bangsa.
Acara sosialisasi ini juga menyoroti peran penting pendidikan Pancasila dalam beberapa aspek, antara lain membangun Toleransi. “Memahami nilai-nilai Pancasila mendorong generasi muda untuk menjadi pribadi yang terbuka, saling menghormati, dan menjunjung tinggi persaudaraan. Beberapa hal ini membantu kita untuk hidup berdampingan dengan latar belakang yang berbeda tanpa mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah,” jelas Anggota Komisi IV DPRD Lampung ini.
Kemudian, mencetak karakter kuat. Di mana Pendidikan Pancasila mengajarkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. “Hal ini penting untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga memiliki integritas dan moralitas tinggi,” tegasnya.
Di tengah arus globalisasi, lanjut Srikandi PDI Perjuangan Lampung ini, pendidikan Pancasila berfungsi sebagai tameng yang memperkuat jati diri generasi muda agar tetap kokoh dan tidak kehilangan arah. Dengan pemahaman yang kuat, mereka bisa menikmati manfaat globalisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa.

“Kita juga mendorong partisipasi demokrasi. Dimana hal ini juga mengajarkan cara berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi. Generasi muda perlu memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara, terutama dalam kehidupan demokrasi seperti pemilu dan diskusi publik,” urainya.
Dengan pemahaman ini, kata Dewi Nadi, masyarakat khususnya para pemuda dapat menggunakan haknya secara bijaksana untuk kepentingan bersama.
Dewi Nadi berharap, kegiatan ini dapat menjadi pengingat bagi para pemuda sebagai penerus bangsa yang akan menentukan arah masa depan Indonesia. “Mereka tidak perlu berjuang seperti pahlawan terdahulu, tetapi cukup melanjutkan perjuangan dengan membuat bangsa ini semakin maju, yang dimulai dari diri mereka sendiri, demi Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya. (LW)











