Lampung Tengah (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, terus memperkuat komitmennya dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi rakyat melalui giat Reses Tahap III. Kali ini, kegiatan digelar di Aula Kecamatan Padang Ratu pada Senin (28/7) siang dan disambut antusias oleh berbagai unsur masyarakat serta pemerintah daerah.
Acara reses tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, Camat Padang Ratu beserta staf, seluruh Kepala Kampung se-Kecamatan Padang Ratu, jajaran Apdesi Padang Ratu, ibu-ibu PKK, serta tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
Dalam dialog terbuka, berbagai permasalahan mendasar disampaikan langsung oleh warga kepada Ni Ketut Dewi Nadi. Salah satu keluhan utama adalah matinya sejumlah lampu penerangan jalan yang membuat warga resah, terutama terkait keamanan dan keselamatan saat malam hari. Jalanan yang gelap bukan hanya rawan kecelakaan, tapi juga meningkatkan risiko tindak kriminal.

Selain itu, masyarakat juga menyoroti buruknya kondisi infrastruktur desa. Banyak balai kampung yang sudah tidak layak pakai dan membutuhkan renovasi segera. Tak sedikit pula kampung yang belum memiliki kantor pemerintahan yang memadai, sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi tidak optimal. Hal ini dianggap sebagai hambatan serius dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan desa.
Kelompok tani dan peternak juga menyuarakan kebutuhan mereka secara terbuka. Mereka meminta bantuan sumur bor untuk mendukung irigasi lahan pertanian, terutama di musim kemarau yang kian sulit diprediksi. Bantuan bibit padi dan program dukungan bagi peternakan rakyat juga menjadi harapan besar agar ketahanan pangan desa tetap terjaga dan kesejahteraan petani meningkat. Warga kurang mampu juga berharap agar program bedah rumah bisa terus diperluas dan menyasar keluarga-keluarga yang memang sangat membutuhkan.
Ni Ketut Dewi Nadi menyambut baik semua masukan yang diberikan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat merupakan catatan penting yang akan dibawa ke dalam agenda pembahasan di tingkat provinsi. Ia juga mengingatkan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawal pembangunan agar berjalan sesuai kebutuhan riil di lapangan.
“Semua keluhan ini bukan hanya didengar, tapi akan saya perjuangkan. Tentu tidak semua bisa langsung terealisasi, tapi tugas saya adalah memastikan suara masyarakat sampai ke meja pengambil kebijakan,” tegasnya di hadapan para peserta reses.
Dewi Nadi berharap ke depannya dapat terjalin komunikasi yang terus-menerus antara rakyat dan wakilnya, sehingga kebijakan yang lahir dari pemerintah benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat luas, terutama mereka yang berada di pelosok dan jarang terdengar suaranya. (LW)











