Lampung Tengah (LW): Arus informasi yang kian deras dan dinamika sosial yang terus bergerak menuntut penguatan ideologi kebangsaan tidak berhenti pada seremoni. Hal ini ditegaskan Anggota DPRD Provinsi Lampung Ni Ketut Dewi Nadi, ST., M.Sos., saat menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP) di Kampung Simpang Agung, Kecamatan Simpang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (7/2).
Kegiatan yang menghadirkan dua narasumber DR Candra Puasati, S.Pd., M.Pd. dan Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri tersebut, menjadi ruang refleksi bersama masyarakat tentang pentingnya menjaga fondasi ideologi negara di tengah perubahan zaman.
Ni Ketut Dewi Nadi menegaskan, Pancasila tidak boleh hanya menjadi simbol atau teks konstitusional, melainkan harus hadir sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila adalah kompas kebangsaan kita. Di tengah perbedaan pilihan politik, latar belakang suku, agama, dan budaya, nilai-nilai Pancasila adalah perekat yang menjaga Indonesia tetap utuh,” ujar Dewi Nadi, yang merupakan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung ini.
Ia menilai pembinaan ideologi menjadi semakin relevan ketika masyarakat dihadapkan pada tantangan disinformasi, polarisasi, dan menguatnya sikap individualisme. Karena itu, wakil rakyat memiliki tanggung jawab moral untuk terus membangun dialog kebangsaan di tengah masyarakat.

Sementara itu, DR Candra Puasati dalam pemaparannya menekankan bahwa wawasan kebangsaan harus dimaknai sebagai kesadaran kolektif tentang identitas dan tujuan bernegara.
“Wawasan kebangsaan bukan sekadar teori. Ia adalah kesadaran bahwa kita memiliki tanggung jawab menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan berkontribusi untuk kemajuan bersama,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi ideologi di era digital, di mana generasi muda rentan terpapar narasi yang dapat menggerus nilai kebangsaan apabila tidak dibekali pemahaman yang kuat.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme warga yang aktif berdialog dan menyampaikan pandangan. Diskusi yang terbangun menunjukkan bahwa penguatan ideologi Pancasila tetap menjadi kebutuhan mendesak di tingkat akar rumput. (LW)











