Bandarlampung (LW): Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Lampung masih memprihatinkan. Data BPS 2024 mencatat, Lampung hanya mencatat 22,29 persen—peringkat 35 dari 38 provinsi. Dari 110 ribu lulusan SMA/SMK, hanya 12 ribu yang berhasil menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Kondisi ini membuat delapan dari sepuluh siswa Lampung gagal masuk PTN. “Ini bukan sekadar angka, tapi masa depan generasi kita. Lampung harus bangkit,” tegas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung, Thomas Amirico, saat pertemuan dengan sejumlah lembaga bimbingan belajar di Bandar Lampung, Selasa (23/9).
Menurutnya, rendahnya capaian itu bukan hanya soal akademik, tapi juga minimnya persiapan dan motivasi siswa menghadapi seleksi nasional. Karena itu, Disdik menggandeng bimbel untuk memberikan strategi, pembekalan, hingga dorongan mental.
Kepala Cabang GO Lampung, Doni Permana, menyambut langkah ini dengan positif. Ia bahkan berjanji menggelar seminar motivasi dan Try Out Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) gratis bagi siswa SMA di Lampung pada November mendatang.
“Kami siap membantu agar anak-anak Lampung percaya diri menghadapi persaingan PTN,” ujar Doni.
Manager Bimbel Platinum, M. Zaini, juga menilai langkah Disdik ini inovatif. “Baru pertama kali bimbel dilibatkan langsung dalam transformasi mutu pendidikan. Ini stimulus yang harus berkelanjutan,” katanya.
Thomas menegaskan, peningkatan APK tidak bisa ditangani satu pihak. Pemerintah, sekolah, orang tua, hingga lembaga pendidikan non-formal harus bersinergi.
“Target kita jelas: Lampung harus mampu melahirkan generasi unggul yang bisa bersaing di kampus-kampus terbaik nasional,” pungkasnya.
Pertemuan itu turut dihadiri sejumlah bimbel besar seperti Ganesha Operation, Primagama, Ruangguru, Nurul Fikri, Platinum, English1 Lampung, hingga LB LIA. (*)











