Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Edukasi PIP dan Wawasan Kebangsaan, Budhi Condrowati: Pemuda Jangan Terprovokasi Hoax

Tulangbawang Barat (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil VI (Tuba, Tubaba dia Mesuji) Budhi Condrowati melangsungkan giat Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Gedung Dwi Putra, Desa Pukung Kencana, Kecamatan Tuba Tengah, Tulangbawang Barat, Minggu (22/3).

Hadir Kepala Tiyuh setempat Hendraman, dan narasumber Camat Tuba Tengah Nazarudin serta Kapolsek setempat Rahmin.

Dalam arahannya, Budhi Condrowati mengatakan tujuan dari digelarnya sosialisasi pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan ini yakni untuk menumbuhkan kembali karakter bangsa dimana pada saat ini telah memudar seiring dengan arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang masuk ke Negara Indonesia.

“Kita jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang tidak pasti atau hoax oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Sebab, di tengah era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, bahaya radikalisme dan perpecahan terus mengintai generasi muda Indonesia,” jelas Anggota Komisi V DPRD Lampung ini.

Minimnya pemahaman terhadap Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, menurutnya, membuat anak muda rentan terpecah belah. Oleh karena itu, nilai-nilai kearifan Pancasila dipandang perlu di bumikan kembali di tengah-tengah kaum muda untuk menguatkan semangat persatuan.

“Maka hari ini, kami mengundang para pemuda agar bisa memahami dan menyebarluaskan pengetahuan tentang nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Sebab, Pemuda merupakan generasi bangsa,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung ini juga menjelaskan, untuk mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keutuhan NKRI serta mengisi kemerdekaan, warga negara Indonesia khususnya para pemuda harus melakukan kegiatan-kegiatan yang positif dan menghindari segala bentuk pengaruh-pengaruh buruk yang bisa menimbulkan perpecahan dan merusak moral anak bangsa.

“Diantaranya menjauhi pergaulan bebas, narkoba, intoleransi, hoax, radikalisme dan lain sebagainya,” paparnya. (LW)