Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Imelda Gaungkan Pancasila dari Tanjung Anom

Tanggamus (LW): Di tengah derasnya arus informasi yang kerap tak terbendung, seruan menjaga akal sehat kebangsaan kembali digaungkan dari akar rumput. Imelda, SH, Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil IV (Pesisir Barat, Lampung Barat, dan Tanggamus), turun langsung ke Kampung Tanjung Anom, Kecamatan Kota Agung Timur, Tanggamus, Minggu (29/3), membawa satu pesan bahwa Pancasila tak boleh berhenti sebagai slogan.

Di hadapan warga, Imelda menegaskan bahwa ancaman terhadap persatuan hari ini bukan lagi sekadar konflik fisik, melainkan infiltrasi nilai lewat informasi yang liar, manipulatif, dan kerap memecah belah.

“Kalau Pancasila hanya dihafal tanpa dijalankan, kita sedang membuka celah bagi perpecahan. Hari ini, ancamannya halus, bisa lewat hoaks, ujaran kebencian, dan propaganda digital,” tegasnya.

Ia menyebut, masyarakat terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota, justru menjadi benteng terakhir yang kerap diabaikan dalam narasi besar kebangsaan. Padahal, di sanalah nilai gotong royong, toleransi, dan solidaritas sosial masih hidup, meski terus tergerus perubahan zaman.

Imelda juga menyoroti peran generasi muda yang dinilai rentan terseret arus informasi tanpa filter. Menurutnya, tanpa pemahaman ideologi yang kuat, ruang digital bisa berubah menjadi ladang subur bagi radikalisme dan disinformasi.

“Generasi muda jangan hanya jadi konsumen informasi. Mereka harus jadi penjaga nilai. Kalau tidak, kita sedang mempertaruhkan masa depan bangsa,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Lampung ini juga menggarisbawahi bahwa krisis kebangsaan sejatinya bermula dari lemahnya fondasi di tingkat keluarga. Ia menilai, pendidikan karakter kini kalah cepat dibanding paparan media sosial yang tanpa batas.

“Kalau keluarga gagal jadi benteng pertama, jangan heran kalau anak-anak kita lebih percaya pada konten viral daripada nilai-nilai luhur,” kata Srikandi PAN Lampung ini.

Kegiatan ini seolah menjadi pengingat keras, bahwa di tengah pembangunan fisik yang terus digenjot, pembangunan ideologi justru tak boleh tertinggal. Sebab tanpa fondasi nilai yang kuat, kemajuan hanya akan berdiri di atas tanah yang rapuh. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *