Lampung Tengah (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Lampung Tengah, Miswan Rody, menyerap aspirasi warga saat melaksanakan Reses di Kampung Watu Agung, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah, Rabu (11/11). Kehadiran legislator yang juga menjabat Ketua DPD NasDem Lampung Tengah sekaligus anggota Komisi I DPRD Lampung itu disambut antusias warga.
Dalam dialog terbuka tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini menjadi tekanan ekonomi dan hambatan pembangunan. Keluhan paling dominan datang dari petani singkong. Mereka mengungkapkan bahwa harga komoditas ini kian merosot, ditambah potongan mencapai 40 persen di tingkat pabrik, sehingga pendapatan petani jauh dari kata layak.
Selain itu, persoalan infrastruktur juga mendapat sorotan. Warga menilai kondisi jalan penghubung antara Dusun 1 hingga Dusun 7 semakin memprihatinkan dan mendesak adanya perbaikan agar mobilitas warga dan hasil pertanian tidak terhambat.
Di sektor pertanian, petani juga mengeluhkan minimnya alat dan mesin pertanian (alsintan). Mereka berharap adanya bantuan alsintan untuk meningkatkan efisiensi kerja, terutama memasuki musim tanam. Serangan hama tikus yang kian sering juga membuat petani mengalami kerugian, sehingga diperlukan dukungan penanganan dari pihak terkait.
Keluhan tidak hanya datang dari petani. Kaum ibu rumah tangga pun berharap adanya akses bantuan permodalan untuk usaha kecil di rumah. Mereka menilai adanya modal usaha dapat membantu menopang ekonomi keluarga di tengah kondisi harga hasil pertanian yang tidak menentu.
Menanggapi itu, Miswan Rody menyatakan seluruh aspirasi akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan kebijakan di tingkat provinsi. Ia menegaskan bahwa reses bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat.
“Semua masukan ini kami catat. Ini menjadi dasar kami memperjuangkan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” ujarnya.
Ia juga berkomitmen berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan, baik menyangkut harga singkong, hama tikus, infrastruktur jalan, hingga kebutuhan alsintan dan permodalan untuk ibu-ibu.
“Insya Allah kita akan tindak lanjuti dan mudah-mudahan pertemuan ini menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi dan menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk bersuara,” pungkasnya. (LW)











