Bandarlampung (LW): Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, M. Syukron Muchtar, menyambut baik Rencana pembangunan pabrik rokok merek HS di Lampung Timur oleh HM Suryo, pengusaha asal Yogyakarta yang juga merupakan putra daerah Lampung.
Syukron menilai, kehadiran ini menjadi kabar baik bagi daerah, menurutnya langkah HM Suryo merupakan contoh positif dari anak daerah yang sukses di perantauan dan memilih kembali ke tanah kelahiran untuk berkontribusi.
Pembangunan pabrik rokok tersebut, tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
“Ini adalah kabar baik. Sebuah rencana bagus dari seorang anak daerah yang sukses di perantauan. Hendaknya hal seperti ini diikuti oleh perantau yang sukses lainnya. Bahwa kita harus berkontribusi pada tanah kelahiran kita,” ujarnya, Kamis (22/01).
Dalam hal ini, ia menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam proses pendirian pabrk. Ia mengingatkan agar seluruh tahapan perizinan dan persyaratan hukum dipenuhi secara lengkap dan tidak ada prosedur yang terlewat atau diabaikan.
“Terkait pendirian pabrik saya berharap owner rokok HS memenuhi segala Standar Operasional Prosedur (SOP) pendirian pabrik. Jangan sampai ada yang terlewati atau sengaja dilewati. Agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Baik masalah sosial maupun masalah hukum,” tegasnya.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dipenuhi oleh pendiri pabrik, terutama terkait kepastian lahan yang tidak rawan konflik serta kelengkapan seluruh perizinan yang harus ditempuh sesuai ketentuan.
“Beberapa SOP yang dimaksud antara lain memastikan lahan pabrik tidak berada di wilayah rawan konflik serta seluruh perizinan diproses dan dipenuhi dengan baik, dan ketentuan lainnya,” jelasnya
Syukron menambahkan, agar perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal apabila pabrk telah resmi beroperasi. Menurutnya, kehadiran industri di lampung harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat
“Kemudian saya berharap jika pabrik jadi didirikan upayakan tenaga kerja yang diserap nantinya adalah putra daerah. Agar owner tidak saja memiliki pabrik di Lampung tapi masyarakat dan pemerintah juga merasakan kehadirannya di Lampung,” tambahnya. (*)











