Bandarlampung (LW): Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Lampung kian memprihatinkan. Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, menyuarakan keprihatinannya setelah menyaksikan langsung kondisi antrean panjang di sejumlah SPBU.
Menurut Wahrul, pemandangan sopir truk yang harus bermalam demi mendapatkan solar merupakan potret ironi yang sangat memukul rasa keadilan. Ia menilai kondisi tersebut mencederai hak dasar masyarakat, khususnya para sopir yang menggantungkan hidup dari ketersediaan BBM bersubsidi.
“Miris sekali. Saya melihat langsung di SPBU, para sopir sampai harus menginap hanya untuk antre solar. Ini sangat mencederai rasa keadilan,” tegas Wahrul, Senin (8/12).
Legislator Gerindra Lampung itu menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Gubernur Lampung yang telah meminta penambahan kuota BBM solar kepada pemerintah pusat. Ia menilai permintaan tersebut sangat beralasan mengingat antrean panjang terjadi hampir di banyak titik.
“Langkah gubernur sudah tepat. Kondisi di lapangan sudah darurat dan butuh respons cepat,” ujarnya.
Wahrul juga mendesak PT Pertamina agar tidak berdiam diri dan segera melakukan percepatan distribusi solar di Lampung. Apalagi, kata dia, kebutuhan BBM dipastikan meningkat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Pertamina harus segera turun tangan. Ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Jangan sampai para sopir terus menjadi korban kelangkaan,” tegasnya.
Ia menegaskan, solar bukan sekadar komoditas, melainkan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh dipersulit oleh persoalan distribusi dan pengelolaan.
“Kasihan para sopir harus mengantre bermalam-malam. Negara tidak boleh kalah dalam menjamin hak dasar rakyatnya,” pungkas Wahrul. (LW)











