
Bandarlampung (LW): Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung Nurul Ikhwan menilai kerja satgas Gugus Covid-19 belum berjalan maksimal.
Menurut Politikus PDI Perjuangan Lampung ini, perlu adanya pola yang terstruktur dan terintegrasi termasuk perencanaan yang matang dalam pengendalian Covid-19 sampai tingkat desa maupun RT untuk memantau penambahan Covid-19 di masing-masing daerah.
“Kenaikannya ini kenapa? Apa sebabnya? Kita curiga, faktor penambahannya karena tingkat vaksinasi kita yang paling rendah se- Indonesia dan juga tingkat kesadaran masyarakat kita akan prokes sangat kurang, karena sosialisasi tentang bahaya covid-19 varian baru juga minim,” jelas Nurul, di ruang Komisi IV DPRD Lampung, Kamis (5/8).
Selain itu, kata dia, Fasilitas pelayanan kesehatan juga rendah, seperti kekurangan oksigen di semua tempat. “Mengapa kita tidak mencoba untuk memproduksi sendiri oksigen itu,” ucapnya.
Selain itu, menurutnya, anggaran Refocusing sebesar Rp250 miliar lebih tidak terencana, hanya menunaikan kewajiban saja dari pemerintah pusat.
“Pemprov sebagai kordinator kabupaten kota harusnya mengajak untuk bahu membahu mengendalikan covid-19, seperti menggandeng swasta yang mapan untuk memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat dalam pengendalian covid-19 seperti SGC misalnya. Sebab, saya belum mendengar SGC mengadakan vaksinasi massal dan Gratis,” jelasnya.
“Jangan sampai tagline Lampung Berjaya tidak berjaya di tengah pandemi covid-19,” tegasnya. (LW)











