
Lampung Utara (LW): Drs. H. Tamanuri, MM, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem menyambangi desa Karya Sakti, Kecamatan Abung Surakarta, Kabupaten Lampung Utara dalam rangka kegiatan kunjungan kerja perseorangan ke daerah pemilihan pada Sabtu (11/06).
Pada kegiatan kunjungan ke daerah pemilihan (kundapil) ini, H. Tamanuri bersama rombongan, bertatap muka dan beramah tamah dengan aparat desa dan perwakilan masyarakat penerima program pembangunan yang berasal dari aspirasi Anggota DPR RI di balai desa Karya Sakti setempat.
Hadir pada kesempatan tersebut kepala desa, ketua BPD, tokoh masyarakat dan pemuka agama serta beberapa kepala desa tetangga. Turut mendampingi anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi Partai NasDem dapil 5 Mardiana, ST, MT.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Karya Sakti mewakili seluruh masyarakat dan hadirin menyampaikan ungkapan terima kasih atas kepedulian Bapak H.Tamanuri kepada masyarakat desa dan kampung halaman. Katanya, kunjungan ini merupakan suatu kebanggaan bagi seluruh masyarakat, karena dari sekian banyak wakil rakyat di DPR RI, baru H. Tamanuri yang beberapa kali berkenan menyambangi desa ini dan beberapa desa sekitar dengan juga membawa program bantuan aspirasi berupa pembangunan infrastruktur masyarakat seperti BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) atau bedah rumah, serta perbaikan irigasi pesawahan.
Tamanuri juga menyampaikan, supaya masyarakat bersama aparat desa yang ada agar menjalin komunikasi yang sinergis, baik antar aparat dengan BPD bersama wakil rakyat di kabupaten, provinsi dan di pusat. Komunikasi yang baik dan bersinergi dapat menemukan solusi yang terbaik bagi masuknya akses pembangunan di desa atas program pembangunan yang berasal dari aspirasi Drs. H. Tamanuri, MM anggota DPR RI.
H. Tamanuri juga berpesan agar semua hasil pembangunan yang ada dapat dijaga dan dirawat terutama jalan penghubung, irigasi dan sanitasi. “Aset ini menjadi milik bersama, agar awet dan tahan lama memerlukan perhatian dan kekompakkan masyarakat untuk merawatnya. Jangan pernah putus asa dan menyerah ketika sebuah usulan belum terealisasi,” ucapnya.
Hal ini, lanjutnya, dimungkinkan karena ada lebih dari 1000 desa yang menjadi perhatian anggota DPR RI. “Jadi komunikasi dan usulan harus selalu dipantau dan diperbarui,” ucapnya. (LW)











