Bandarlampung (LW): Rencana besar Pemerintah Provinsi Lampung membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) kian matang. Proyek berkapasitas 1.000 ton per hari yang dipusatkan di kawasan Kotabaru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan itu kini memasuki fase krusial menuju realisasi.
Anggota Komisi IV DPRD Lampung, Angga Satria Pratama, menegaskan dukungan penuh terhadap proyek strategis tersebut. Menurutnya, PSEL bukan sekadar solusi sampah, tetapi pintu masuk menuju kemandirian energi daerah.
“DPRD tentu mendukung penuh pengembangan waste to energy ini. Ini program besar yang dampaknya langsung ke kebutuhan energi dan investasi,” tegas Angga, Senin (13/4).
Ia menilai, Lampung masih menghadapi kekurangan pasokan energi yang cukup signifikan. Kehadiran PSEL diyakini bisa menjadi salah satu solusi untuk menutup defisit tersebut sekaligus memperkuat daya tarik investasi.
“Energi itu kunci. Kalau energi tersedia, stabil, dan terjangkau, investor akan datang. Ini efek berantai untuk pertumbuhan ekonomi,” ujar politisi Partai Demokrat Lampung ini.
Proyek PSEL Lampung Raya sendiri dirancang sebagai sistem aglomerasi yang melibatkan Bandar Lampung, Lampung Selatan, dan Lampung Timur. Ketiga wilayah ini akan menyuplai sampah hingga mencapai target 1.000 ton per hari sebagai bahan baku pembangkit listrik.
Pemprov Lampung telah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar proyek, mulai dari lahan seluas 20 hektare di Desa Purwotani, pembangunan akses jalan, hingga kesiapan sumber air. Di sisi lain, pemerintah kabupaten/kota juga diminta memastikan pasokan sampah, sistem pengangkutan, serta dukungan anggaran.
Tak hanya itu, proyek ini juga telah melewati tahapan penting berupa verifikasi lapangan oleh tim lintas kementerian, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, hingga PLN.
Seluruh readiness criteria (RC) disebut telah terpenuhi. Kini, proyek PSEL Lampung Raya tinggal menunggu proses lelang tahap kedua oleh Danantara untuk menentukan pihak ketiga sebagai pelaksana pembangunan.
Angga optimistis, jika proyek ini berjalan sesuai rencana, Lampung tak hanya mampu mengatasi persoalan sampah, tetapi juga melangkah menuju daerah yang mandiri energi.
“Ini bukan sekadar proyek, tapi lompatan besar. Lampung punya potensi, tinggal bagaimana kita eksekusi dengan serius,” pungkasnya. (LW)











