Bandarlampung (LW): Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Provinsi Lampung menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di Hotel Radisson, Bandar Lampung, Jumat (28/11).
Ketua Pelaksana Muswil PKB Lampung yang juga Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan Muswil. Menurutnya, terselenggaranya kegiatan tersebut tidak lepas dari dukungan dan kerja kolektif seluruh elemen partai.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mencurahkan tenaga, pikiran, waktu, serta dukungan moril dan materil sehingga Muswil PKB Lampung dapat terselenggara dengan baik,” ujar Jihan.
Muswil PKB Lampung diikuti peserta dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung. Kehadiran para peserta dinilai mencerminkan loyalitas, semangat, dan komitmen kader untuk terus membesarkan partai.
Ketua DPW PKB Lampung, Chusnunia Chalim atau Nunik, dalam sambutannya menegaskan bahwa perjalanan PKB hingga berada di titik saat ini bukanlah proses yang instan. Partai, kata dia, telah melewati berbagai dinamika politik, mulai dari pemilu hingga pilkada, dengan tantangan yang tidak ringan.
“Alhamdulillah, dari sekitar 20-an kursi, naik menjadi 40-an, 70-an, hingga sekarang sekitar 90-an kursi. Perjalanan ini tidak mudah. Dulu kursi kita di kabupaten dan kota hanya satu atau dua, dan sering kali hanya menjadi pendukung, bukan pengusung utama,” tuturnya.
Dalam pidatonya, Nunik menekankan bahwa Muswil bukan sekadar agenda struktural untuk menentukan jabatan, melainkan ruang refleksi dan penguatan kesadaran kader terhadap tanggung jawab politik.
“Hubungan kita dengan partai bukan hanya soal AD/ART. Ini soal kesadaran penuh untuk membesarkan PKB. Partai ini ada di pundak kita. Kalau bukan kita, siapa lagi,” tegasnya.
Menariknya, di hadapan peserta Muswil, Nunik juga sempat memberi isyarat kuat terkait kesinambungan kepemimpinan DPW PKB Lampung. Meski tidak disampaikan secara gamblang, pernyataannya ditangkap sebagai sinyal kesiapan melanjutkan kepemimpinan untuk periode berikutnya. Desas-desus mengenai peluang Nunik memimpin PKB Lampung hingga dua periode pun menguat dan ramai diperbincangkan di internal partai.
Nunik sendiri mengingatkan kader agar tidak takut bermimpi besar dan tetap memegang orientasi perjuangan untuk rakyat. Menurutnya, politik PKB harus hadir untuk kepentingan masyarakat dan kemaslahatan umat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
“Berpolitik adalah ibadah, ber-PKB adalah berkah. Jalan ini mungkin sunyi dan penuh caci maki, tapi ini adalah jalan yang benar. Jangan pernah ragu dan jangan menyerah,” katanya.
Nunik kembali mengingatkan seluruh kader agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang ada.
“Jangan pernah merasa cukup. Merasa kurang tidak apa-apa, karena PKB harus lebih besar lagi demi masyarakat dan umat,” pungkasnya.
Perwakilan DPP PKB, Anggia Ermarini, menegaskan bahwa eksistensi partai di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui kerja nyata. Program dan advokasi, lanjutnya, menjadi ukuran kehadiran PKB yang sesungguhnya.
“Kehadiran kita, kehadiran program, dan advokasi PKB adalah kualitas yang ditunggu masyarakat,” ujarnya.
Anggia menambahkan, DPP PKB berkomitmen mendorong transformasi PKB menjadi partai modern yang rapi, solid, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (LW)











