
Bandarlampung (LW): Ironi.. Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Lampung, yang notabennya corong informasi dan juru bicara garda institusi Pemerintah Provinsi Lampung, justru pelit informasi.
Hal ini terlihat saat kehadiran beberapa Menteri Kabinet Indonesia Maju di Pulau Tegal Mas Pesawaran, dimana tidak ada undangan peliputan untuk awak media yang sehari-hari mencari berita di Kantor Pemerintah Provinsi Lampung.
Hal ini dikeluhkan Ketua Ikatan Jurnalis Pemprov (IJP) Lampung Edwin Febrian. Mestinya, kata Edwin, wartawan Provinsi Lampung diundang di acara Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang langsung dihadiri Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, mengingat ini acara besar.
“Kita ini sudah dikukuhkan oleh Pak Gubernur Lampung melalui Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan. Apalagi jelas pesan Pak Gub saat pelantikan bahwa IJP diminta untuk berkolaborasi mewujudkan Lampung Berjaya. Kominfo janganlah merusak semangat pak gubernur ini,” kata Ketua IJP Lampung, Edwin Febrian, Kamis (23/6).
Informasi beredar, diduga peliputan di Tegal Mas sudah dikondisikan event organizer (EO) penyelenggaraan acara.
“Urusan liputan kan urusan Kominfo. Kominfo bisa dong intervensi EO-nya. Lagian kita juga enggak bakal jalan semua. Asal ada perwakilan dari IJP yang bukan dari Media mainstream,” sergahnya.
Masih kata dia, meski peliputan mengundang media mainstream, namun disini membawa IJP, artinya sebagian wartawan disini dilibatkan, meski tidak semua,” tambah dia.
Sebelumnya, melanjutkan kesuksesannya di tahun 2020 dan 2021, Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) kembali hadir di tahun 2022.
Program ini mengajak masyarakat Indonesia untuk bangga menggunakan produk lokal. Melalui kampanye ini, diharapkan perekonomian domestik dapat meningkat.
Gernas BBI 2022 sendiri akan dilaksanakan di Provinsi Lampung, tempatnya di Pulau Tegal Mas Kabupaten Pesawaran pada hari Kamis tanggal 23 Juni 2022, besok.
Yang akan dihadiri beberapa menteri yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, serta tamu undangan lainnya.
Sementara, salah satu Pembimbing IJP Lampung mengatakan, akan menyarankan untuk mengembalikan SK pelantikan IJP karena dianggap tidak berguna.
“Padahal jelas kalimatnya. IJP koordinasi dengan Kominfotik dalam pemberitaan,” ucapnya.
Sekretaris Dinas Kominfotik Lampung, Alma Rostow Guna mengaku kegiatan itu diserahkan melalui EO. (LW/*)











