Lampung Utara (LW): Insiden kecelakaan yang menimpa seorang pengendara motor akibat diduga tersangkut kabel jaringan internet di Jalan Jenderal Sudirman, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara pada 10 Maret 2026 akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak korban dan PT Indonesia Trans Network (ITN) Lampung.
Kejadian tersebut terjadi saat teknisi ITN sedang melakukan pemasangan kabel jalur internet. Seorang pengendara motor bernama Anas Mudhakir, warga Bandar Jaya Timur, diduga tersangkut kabel dan terjatuh hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Mendengar kejadian itu, tim ITN Lampung langsung bergerak menjenguk korban ke RS Bandar Jaya untuk mendapatkan penanganan medis. Korporasi kemudian menanggung seluruh biaya pengobatan hingga korban dinyatakan stabil.
Diselesaikan Secara Damai dan Tertulis
Pada 11 Maret 2026, kedua belah pihak resmi membuat Surat Pernyataan Perdamaian, yang ditandatangani oleh Manager Humas PT ITN Lampung, Anggi Kurniawan, serta pihak korban, Anas Mudhakir, disaksikan oleh keluarga dan saksi setempat.
Dalam surat tersebut, terdapat beberapa poin penting:
1. Pihak korban menerima permohonan maaf dari ITN Lampung atas kelalaian teknisi saat pemasangan kabel.
2. ITN bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan korban.
3. ITN juga bersedia memperbaiki kerusakan sepeda motor BE 2309 GOG milik korban.
4. Perusahaan memberikan kompensasi finansial tambahan kepada korban.
5. Korban menyatakan tidak akan menuntut pihak ITN, karena permasalahan telah diselesaikan secara kekeluargaan.
6. Korban Sudah Pulang dan Kondisi Sehat
Koordinator lapangan sekaligus Humas ITN Lampung, Anggi Kurniawan, menyampaikan bahwa kondisi korban sudah membaik dan telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
“Alhamdulillah korban sudah pulang dalam keadaan sehat. Kami juga telah mengunjungi rumahnya untuk memastikan kondisinya dan menyerahkan kompensasi finansial tambahan,” kata Anggi.
Ia menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut, serta menjadikannya bahan evaluasi agar standar keamanan di lapangan semakin ditingkatkan.
“Ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih berhati-hati dalam pengerjaan maintenance. Keselamatan masyarakat adalah prioritas,” ujarnya.
Anggi juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang tidak diinginkan tersebut.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya. Ke depan, kami akan memperketat SOP pemasangan dan perawatan jaringan agar kecelakaan seperti ini tidak terjadi lagi,” tutup Anggi.
Di sisi lain, Anas Mudhakir, selaku korban, menyampaikan apresiasi atas pertanggungjawaban penuh dari ITN Lampung.
“Saya berterima kasih kepada pihak ITN yang sudah bertanggung jawab penuh, mulai dari biaya rumah sakit sampai perbaikan motor dan kompensasi tambahan. Masalah ini kami selesaikan secara baik-baik, dan saya menghargai sikap kooperatif dari pihak ITN,” tutur Anas. (*)









