Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Pengurus YJI Lampung Resmi Dilantik, Wagub Jihan Ingatkan Bahaya Penyakit Jantung

Bandarlampung (LW): Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, secara resmi melantik Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Lampung serta pengurus YJI Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. Pelantikan berlangsung di Balai Keratun Lantai III Kantor Pemerintahan Provinsi Lampung, Rabu (26/11), dan menjadi momentum penting penguatan gerakan pencegahan penyakit jantung di Bumi Ruwa Jurai.

Dalam arahannya, Wagub Jihan menegaskan bahwa fokus utama YJI adalah upaya preventif atau pencegahan. Sebab berdasarkan data kesehatan nasional maupun internasional, penyakit jantung menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian setelah stroke, dengan tren yang terus meningkat.

“Dari data yang ada, penyakit tertinggi penyebab kematian setelah stroke adalah penyakit jantung. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga secara global. Data nasional dan internasional menunjukkan lebih dari 30 persen penyebab kematian di dunia berasal dari penyakit jantung,” ujar Jihan.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kerja bersama yang berkelanjutan dalam menyosialisasikan pola hidup sehat kepada masyarakat. Upaya pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan, terutama dalam menjaga kualitas hidup masyarakat.

“Jangan sampai orang yang sehat justru jatuh sakit karena penyakit jantung. Tugas kita adalah menjaga yang sehat tetap sehat, dan bagi yang sudah memiliki penyakit jantung, risikonya jangan sampai semakin besar hingga berujung pada kematian,” tambahnya.

Jihan menegaskan Yayasan Jantung Indonesia memiliki peran strategis dalam menyadarkan masyarakat Lampung tentang bahaya penyakit jantung, sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam membangun kesadaran kolektif akan pentingnya deteksi dini dan perubahan gaya hidup.

Pelantikan juga diikuti arahan Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Annisa Pohan, yang hadir secara virtual. Dalam penyampaiannya, Annisa menekankan bahwa tantangan penyakit jantung semakin kompleks karena tidak lagi hanya mengancam usia lanjut, tetapi juga menyerang kelompok usia muda dan produktif.

“Populasi terbesar penderita penyakit jantung saat ini justru berada pada rentang usia 25 hingga 34 tahun, disusul kelompok usia 15 hingga 24 tahun. Ini menjadi alarm serius bagi kita semua,” ungkap Annisa.

Ia menambahkan bahwa generasi muda kini termasuk kelompok paling rentan, sehingga edukasi jantung sehat harus menyasar sekolah, kampus, dan lingkungan pergaulan anak muda. Annisa juga memberikan pesan khusus kepada Ketua YJI Provinsi Lampung yang baru dilantik beserta seluruh jajaran pengurus di kabupaten/kota.

“Kepada Ibu Purnama Wulansari Mirza dan seluruh pengurus yang baru dilantik, teruslah memperjuangkan hidup sehat dan jantung sehat bagi masyarakat. Semoga kepengurusan baru ini membawa lebih banyak manfaat, inovasi, dan semangat baru. Perjuangan YJI tidak hanya berfokus pada pencegahan, tetapi juga memiliki komitmen mendalam dalam pendampingan dan kepedulian,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Provinsi Lampung yang baru dilantik, Purnama Wulansari Mirza, menegaskan komitmen organisasinya untuk mengedepankan langkah pencegahan melalui perubahan gaya hidup masyarakat.

“Kami akan terus mensosialisasikan pola hidup sehat. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Upaya preventif yang kami lakukan antara lain edukasi hidup sehat, pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik, serta menghindari rokok,” kata Batin Wulan, sapaan karibnya.

Ia juga menyoroti komitmen YJI Lampung dalam membantu penderita penyakit jantung bawaan, khususnya pada anak-anak, melalui edukasi dan kegiatan sosial yang berkesinambungan.

Ke depan, Batin Wulan memaparkan sejumlah program kerja strategis yang akan dijalankan, di antaranya pengembangan Kelompok Jantung Sehat di setiap kabupaten/kota hingga tingkat desa, serta pembentukan dan penguatan Kelompok Jantung Sehat Remaja di sekolah-sekolah negeri maupun swasta di Provinsi Lampung.

Dukungan terhadap gerakan tersebut juga disampaikan Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Lampung Selatan, Rosdiana. Ia menyatakan siap bersinergi dengan YJI Provinsi dan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan edukasi jantung sehat hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

“Kami di Lampung Selatan akan fokus memperkuat edukasi langsung kepada masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan generasi muda. Kesadaran tentang penyakit jantung harus dibangun sejak dini, dimulai dari keluarga,” ujar Rosdiana.

Rosdiana juga mengimbau kepada seluruh pengurus YJI Cabang Lampung Selatan untuk mensosialisasikan Panca Usaha Sehat kepada masyarakat.

“Kami juga berharap kepada pemerintah daerah dalam hal ini Pemkab Lampung Selatan melalui dinas kesehatan dan dinas-dinas terkait untuk mendukung keberadaan YJI Lampung Selatan,” ucapnya.

Menurutnya, keberadaan YJI di tingkat kabupaten/kota menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pesan pencegahan secara langsung dan berkelanjutan. Ia berharap kepengurusan yang baru dilantik mampu bergerak aktif, solid, dan konsisten dalam mewujudkan masyarakat Lampung yang lebih sehat dan berdaya.

“Harapannya kita bersama-sama bergerak untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Sehinggakeberadaankita sepenuhnya bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Senada, Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap kesehatan jantung mulai dari lingkungan terdekat. Menurutnya, pencegahan penyakit jantung tidak bisa hanya mengandalkan fasilitas kesehatan, tetapi harus dimulai dari perubahan pola hidup sehari-hari.

“Kesadaran masyarakat tentang kesehatan jantung harus dibangun sejak dini, dimulai dari keluarga. Pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, dan menjauhi rokok adalah langkah sederhana namun sangat menentukan,” ujar Ni Ketut Dewi Nadi.

Ia menambahkan, YJI Lampung Tengah siap bersinergi dengan pemerintah daerah, sekolah, dan komunitas masyarakat dalam memperluas gerakan jantung sehat. Edukasi yang masif dan berkelanjutan dinilai menjadi kunci untuk menekan angka penyakit jantung di daerah.

“Kami berkomitmen memperluas sosialisasi hingga ke kecamatan dan desa, termasuk menyasar anak-anak dan remaja. Investasi terbesar kesehatan jantung adalah memastikan generasi muda tumbuh dengan kesadaran hidup sehat,” tegasnya. (LW)