Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Pilwabup Lampura Tak Jelas, Imam Syuhada ‘Ngaku’ Kena Prank

Lampung Utara (LW): Pengisian kursi jabatan wakil bupati (wabup) Lampung Utara (Lampura), makin tak jelas. Pasalnya, tahapan menuju pemilihan belum berjalan. Bahkan, kepastian kapan Pilwabup tersebut akan digelar pun belum ada.

Hal ini mendapat tanggapan dari Ketua DPD Partai Nasdem Lampura, Imam Syuhada. Anggota DPRD Lampung ini menyebut jika Pilwabup Lampura hanya “prank” dari pemkab. Sebab kata dia, jangankan jadwal pemilihan, tatib pun tak jelas kapan dirumuskan dan disahkan.

“Akar masalahnya, belum ada titik temu apalagi ada nota kesepakatan antara pemkab dan dewan untuk pilwabup. Lucunya lagi, partai pengusung didorong untuk segera mengajukan calon. Istilahnya, pertandingan belum pasti dibuka tetapi kontestan sudah disuruh masuk lapangan,” ucap Imam (24/8).

Menurut Imam, statemen Sekkab Lampura yang memberikan penjelasan pada Sekprov Lampung bahwa partai pengusung belum menyampaikan nama-nama yang akan diusulkan ke DPRD, sudah mengindikasikan jika Pemkab Lampura akan menjerumuskan dan mengorbankan parpol pengusung untuk sebuah ‘omong kosong’.

“Berarti sekkab memberikan informasi yang salah dan menjerumuskan. Karena yang justru mengangkangi aturan itu Pemkab Lampura. Karena Pemkab sesungguhnya tidak serius dan terkesan setengah hati dan hanya melepas balak (gugur kewajiban-red). Tahapan terpenting justru tidak dilakukan,” tegas anggota DPRD Provinsi Lampung ini, Selasa (17/8).

Bagaimana mungkin, tambah Imam, parpol dapat mengusulkan dua nama calon untuk dipilih, sementara pilwabup belum pasti digelar. Karena sampai saat ini, belum dilakukan komunikasi politik antara bupati, Sekretaris Kabupaten selaku ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan pimpinan DPRD, untuk memastikan dilaksanakannya Pilwabup. Lantas parpol diminta berembuk untuk untuk bersepakat menetapkan dua calon yang konsekwensinya sangat besar.

“Pak Lekok harus pahami duduk persoalannya. Pastikan dulu bahwa Pilwabup akan digelar, kalau kepastian itu belum ada jangan salahkan parpol pengusung. Bagaimana mungkin parpol akan menyampaikan dua nama untuk Pilwabup yang belum jelas kepastiannya,” tegas Imam. (*/LW)