Bandarlampung (LW): Senator DPD RI Bustami Zainudin tampil sebagai pemateri dalam Pelatihan Kader Nasional (PKN) yang diselenggarakan Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Lampung, Senin (11/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari proses kaderisasi strategis PMII dalam menyiapkan pemimpin masa depan bangsa.
Dalam kapasitasnya sebagai Majelis Pembina PB PMII, Bustami menekankan pentingnya peran intelektual muda dalam menyelesaikan akar persoalan bangsa yang bermula dari desa. Ia menyebutkan bahwa 80 persen penduduk Indonesia tinggal di desa, namun kualitas SDM dan pendidikan di sana masih memprihatinkan.
“Desa-desa kita kekurangan SDM yang berkualitas. Kalau kita ingin menyelesaikan persoalan bangsa, mulailah dari menyelesaikan persoalan desa,” tegas Bustami.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan program pemberdayaan masyarakat desa melalui koperasi Merah Putih dan optimalisasi penggunaan dana desa. Menurutnya, negara membutuhkan kehadiran para intelektual muda yang punya komitmen dan kepekaan sosial untuk membangun dari pinggiran.
Di hadapan kader-kader PMII dari berbagai daerah, Bustami juga mengajak untuk memperkuat semangat kebangsaan dan mendalami Asta Cita Presiden-Wapres Prabowo-Gibran, terutama dalam isu strategis seperti ketahanan pangan.
Namun tak hanya soal teknis pembangunan, Bustami juga mengingatkan pentingnya “rasa” dalam menjaga republik ini.
“Teknologi seperti AI bisa menggantikan banyak hal, tapi tidak bisa menggantikan rasa. Rasa itu yang membuat kita manusia. Tanpa rasa, hidup hambar,” ujar Bustami.
“Berpikir itu harus ada sentuhan rasa, ada nilai-nilai kebudayaan, ada kehangatan. Dan itulah yang tidak bisa digantikan oleh mesin.”
Bupati Waykanan 2010-2015 ini juga mengajak seluruh kader PMII untuk menjadi jembatan antara rakyat dan negara, serta berkolaborasi aktif dengan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat.
“Intelektual muda tak boleh hanya berkutat di menara gading. Republik ini dijaga bukan hanya dengan otak, tapi juga dengan hati. Maka, saya mengajak seluruh kader untuk mengawasi dan mengawal program-program pemerintah, baik di daerah maupun di pusat,” pungkasnya. (LW)











