Bandarlampung (LW) Semangat gotong royong Gerakan Pramuka Lampung kembali menguat. Kwartir Cabang (Kwarcab) Pesawaran secara resmi menyerahkan dana Bumbung Kemanusiaan senilai Rp89.904.500 kepada Kwartir Daerah (Kwarda) Lampung, Jumat (19/12) sore, sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Penyerahan dana dilakukan secara simbolis di Sekretariat Kwarda Lampung. Ketua Kwarda Lampung Kak Jihan Nurlela yang diwakili Sekretaris Kwarda Lampung Kak Mubasit menerima langsung dana tersebut dari Bendahara Kwarcab Pesawaran Kak Damirah. Kegiatan ini turut disaksikan Sekretaris Kwarcab Pesawaran Kak Hendri Perdopo serta Sekretaris Bidang VII Kwarda Lampung Kak Arif Vivi Aningsih.
“Kami menyerahkan melalui Kwarda Lampung dana Bumbung Kemanusiaan untuk korban banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan total keseluruhan sebesar Rp89.904.500,” tegas Kak Damirah.
Ia menjelaskan, dana tersebut dihimpun melalui partisipasi aktif jajaran Pramuka Pesawaran dan disetorkan secara bertahap dalam tiga tahap. Setoran pertama dilakukan secara tunai sebesar Rp13.466.500, setoran kedua melalui transfer ke rekening Pramuka Peduli Kwarda Lampung sebesar Rp10.009.500, dan setoran ketiga diserahkan secara tunai pada Jumat sore ini sebesar Rp66.428.500.
Sementara itu, Sekretaris Kwarda Lampung Kak Mubasit menyampaikan apresiasi dan penghargaan tinggi atas kepercayaan yang diberikan Kwarcab Pesawaran. Menurutnya, kontribusi tersebut bukan hanya soal angka, melainkan wujud nyata nilai kemanusiaan yang hidup di tubuh Gerakan Pramuka.
“Insya Allah, dana ini akan kami salurkan secepatnya dan tepat sasaran kepada para korban bencana,” ujar Kak Mubasit.
Ia juga mengimbau seluruh Kwartir Cabang se-Lampung agar segera melaporkan perkembangan pengumpulan dana Bumbung Kemanusiaan kepada Kwarda Lampung, sehingga proses penyaluran bantuan dapat dilakukan secara terkoordinasi dan responsif.
Penyerahan dana ini menegaskan peran Pramuka tidak hanya sebagai wadah pembinaan generasi muda, tetapi juga garda terdepan dalam aksi kemanusiaan saat bangsa diuji oleh bencana. (*)











