Lampung Tengah (LW): Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Daerah Pemilihan Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, menggelar kegiatan reses di Kecamatan Kota Gajah pada Senin (2/3). Dalam pertemuan bersama aparatur kampung dan masyarakat, berbagai aspirasi terkait pembangunan infrastruktur menjadi perhatian utama.
Reses yang berlangsung penuh keakraban tersebut dihadiri perwakilan kampung dan sejumlah dusun yang menyampaikan kebutuhan mendesak di wilayahnya. Aspirasi yang dihimpun mayoritas berkaitan dengan akses jalan pertanian, perbaikan jalan kampung, serta pembangunan drainase.
Salah satu usulan utama adalah pembangunan jalan untuk mempermudah petani mengeluarkan hasil panen. Warga menyampaikan bahwa akses jalan tersebut mencakup beberapa dusun dan sangat dibutuhkan guna menunjang kelancaran distribusi hasil pertanian.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan perbaikan (rigid/perawatan) jalan di Dusun Kampung, Kotagajah I dan Kotagajah II dengan panjang kurang lebih 1.500 meter yang mengarah ke kecamatan. Perbaikan ini dinilai penting untuk memperlancar mobilitas warga serta aktivitas perekonomian.

Aspirasi lainnya adalah pembangunan drainase/siring sepanjang 1.500 meter yang mencakup beberapa dusun, di antaranya Dusun Kauman, Margorejo 2, dan Purwodadi. Warga berharap pembangunan drainase tersebut dapat mengurangi genangan air saat musim hujan.
Tak hanya itu, usulan onderlagh sepanjang 500 meter dan pembangunan drainase 300 meter juga disampaikan oleh perwakilan Dusun Tanggulrejo guna meningkatkan kualitas infrastruktur dasar di wilayah tersebut.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Ni Ketut Dewi Nadi menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat dalam pembahasan di tingkat provinsi.
“Semua aspirasi yang disampaikan hari ini akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan serta skala prioritas pembangunan di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan dan drainase sangat penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian yang menjadi tulang punggung di Lampung Tengah. (LW)











