Lampung Tengah (LW): Di tengah gencarnya program pembangunan, warga Kecamatan Putra Rumbia justru masih berkutat dengan persoalan dasar: jembatan penghubung dua kecamatan Putra Rumbia dan Seputih Banyak yang rusak parah, kantor kecamatan yang rusak berat, dan kebutuhan sumur bor di kantor kecamatan yang tak kunjung terpenuhi.
Keluhan itu mengemuka dalam agenda reses hari kedua Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Dapil Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, yang digelar Rabu pagi (23/7) di aula Kecamatan Putra Rumbia.
Dalam forum terbuka yang turut dihadiri Camat Eka Dedi Mahendra, perwakilan TNI, Polri, seluruh kepala kampung, serta tokoh adat, pemuda, dan ibu-ibu KWT, warga menumpahkan harapan mereka—yang tak sedikit sudah bertahun-tahun hanya menjadi wacana musrenbang.
“Kami butuh perbaikan jembatan penghubung dua kecamatan untuk segera diperbaiki. Kantor kecamatan kami juga butuh direnovasi, sudah kurang layak lagi untuk kegiatan warga,” ujar salah satu kepala kampung dalam dialog.

Permintaan lain yang tak kalah penting adalah pelatihan keterampilan tenaga kerja bagi para pemuda dan pembangunan sumur bor di kantor kecamatan, agar pada musim kemarau tidak sulit air.
Ni Ketut Dewi Nadi, yang duduk di Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan usulan yang masuk. “Semua aspirasi akan kami rekap dan sampaikan ke mitra kerja terkait. Prioritas akan kami sesuaikan dengan urgensi di lapangan,” katanya.

Namun warga berharap lebih dari sekadar janji seremonial. “Reses datang tiap tahun, tapi kami ingin perubahan yang bisa kami lihat dan rasakan,” ungkap seorang tokoh masyarakat di ujung pertemuan. (LW)











