Lampung Tengah (LW): Aspirasi warga terus mengalir dalam agenda Reses Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil Lampung Tengah, Miswan Rody. Kali ini, legislator NasDem yang juga menjabat Ketua DPD NasDem Lampung Tengah tersebut menyerap keluhan masyarakat di Kampung Sukajaya, Kecamatan Anak Ratu Aji (14/11). Dua persoalan utama yang paling mendesak adalah kondisi jalan utama yang rusak parah serta minimnya lapangan pekerjaan bagi para pemuda.
Warga Sukajaya menilai kerusakan jalan utama telah berlangsung cukup lama dan semakin memprihatinkan. Akses vital yang menghubungkan permukiman, pusat ekonomi, hingga fasilitas pendidikan itu kini membuat mobilitas warga sangat terganggu. Jalan berlubang dan beberapa titik yang tidak lagi layak dilalui kerap menyebabkan kendaraan rusak dan aktivitas warga tersendat.
“Kami hampir setiap hari melewati jalan ini. Kalau hujan, licin dan sangat berbahaya. Kalau panas, debunya luar biasa. Kami berharap ada perhatian dari pemerintah,” keluh salah satu warga dalam dialog bersama Miswan.
Selain infrastruktur, keresahan pemuda Sukajaya juga menjadi sorotan. Minimnya lapangan pekerjaan di wilayah tersebut membuat banyak anak muda kesulitan memperoleh penghasilan. Sebagian terpaksa merantau, sementara yang bertahan harus menerima pekerjaan serabutan yang tidak menentu. Warga berharap kehadiran pemerintah dapat membuka ruang lebih besar bagi pemberdayaan dan peluang usaha pemuda.
Menanggapi aspirasi itu, Miswan Rody menegaskan bahwa dua persoalan tersebut akan masuk dalam prioritas pembahasan. Ia menyebut perbaikan jalan utama Sukajaya merupakan kebutuhan mendesak karena menyangkut akses ekonomi dan keselamatan warga.
“Jalan rusak bukan hanya soal transportasi, tetapi berdampak langsung pada harga hasil pertanian, biaya logistik, dan aktivitas pendidikan. Ini akan menjadi catatan kami untuk didorong di tingkat provinsi melalui koordinasi dengan pihak terkait,” ujar Miswan.
Terkait kebutuhan lapangan kerja bagi pemuda, Miswan menekankan perlunya program pemberdayaan yang lebih terarah. Ia mendorong pemerintah daerah lebih aktif membuka pelatihan keterampilan, akses permodalan, serta kesempatan usaha yang dapat melibatkan pemuda lokal.
“Pemuda di Sukajaya punya potensi besar. Mereka butuh ruang, bukan hanya janji. Kita akan dorong agar program pemberdayaan benar-benar menyentuh mereka,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa reses bukan sekadar forum seremonial, tetapi ruang untuk memastikan aspirasi masyarakat benar-benar diperjuangkan. Miswan berjanji mengawal kebutuhan warga Sukajaya agar masuk dalam prioritas pembangunan, terutama terkait akses jalan yang rusak dan solusi lapangan pekerjaan.
Pertemuan di Sukajaya menjadi bukti bahwa suara masyarakat masih menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan. Warga berharap perjuangan Miswan di DPRD Lampung mampu menghadirkan hasil nyata bagi kemajuan kampung mereka. (LW)











