Bandarlampung (LW): Di era serba digital yang menenggelamkan batas budaya dan nilai, Anggota DPRD Kota Bandarlampung, Rezki Wirmandi, menegaskan pentingnya pengamalan Pancasila secara nyata, bukan sekadar hafalan. Dalam Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jagabaya II, Wayhalim, Rabu (30/7), ia menyoroti makin tipisnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda.
“Pancasila itu harus hidup dalam tindakan, bukan cuma di spanduk atau pidato. Kita butuh generasi yang berani jujur, gotong royong, dan menghargai perbedaan,” ujar Rezki, Ketua Fraksi Demokrat Bandarlampung ini.
Menurut Rezki, Pancasila bukan milik masa lalu. Ia adalah panduan hidup hari ini dan harus diwujudkan lewat sikap, pilihan, dan tindakan nyata setiap warga.

Didampingi akademisi UBL, Anggalana, dan Ketua DPC Demokrat Bandarlampung Budiman AS, sosialisasi yang digelar tengah hari tersebut juga menyorot keras dampak digitalisasi yang mengikis nilai kemanusiaan. Anggalana menyebut, banyak anak muda kini lebih hafal tren viral ketimbang sila-sila Pancasila. “Ini soal prioritas. Kalau nilai tidak ditanamkan, jangan heran kalau bangsa ini kehilangan arah,” ujarnya.
Budiman AS menambahkan, pengamalan Pancasila harus dimulai dari rumah. “Jangan tunggu negara. Orang tua, guru, masyarakat—semua harus jadi teladan, karena anak-anak butuh panutan,” katanya. (LW)











