Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Sahlan Syukur Ajak Masyarakat Margodadi Tangkal Radikalisme

Lampung Selatan (LW): Ideologi Pancasila saat ini sudah banyak gangguan dan tantangan dari luar maupun dari dalam negeri sendiri, seperti paham radikalisme.

Tak hanya itu, nilai-nilai dalam Pancasila perlahan mulai terkikis bagi anak muda di tengah arus globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Lampung Sahlan Syukur di hadapan para pemuda dan masyarakat Margodadi, Jatiagung, Lampung Selatan saat menggelar Sosialisasi Pembinaan ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (17/6).

Menurut Anggota Komisi IV DPRD Lampung ini, salah satu tujuan digelarnya sosialisasi ini yakni menumbuh kembangkan semangat Pancasila di tengah masyarakat.

“Dengan sosialisasi ini, kita ingin mendorong masyarakat khususnya anak muda dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang perlahan sudah terkikis dengan kemajuan teknologi dan tentunya penguatan kesadaran berbangsa dan bernegara yang berlandaskan pada 4 pilar kebangsaan yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI,” jelas Sahlan.

Dalam kegiatan yang dihadiri kepala desa setempat tersebut, Sahlan mengatakan bahwa merawat Pancasila merupakan kewajiban bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kita harus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, bukan hanya paham limanya saja. Artinya, untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, kita harus saling menghargai, menghormati, toleransi, dan jangan mudah terprovokasi,” pungkas Aan, sapaan karibnya.

Sementara itu, Ustadz Suparman yang menjadi narasumber dalam sosialisasi tersebut mengingatkan kepada masyarakat untuk membentengi diri dari hal-hal yang merusak Pancasila di tengah masyarakat, seperti halnya Paham Radikalisme.

“Akhir-akhir ini kita disuguhkan pemberitaan mengenai Khilafatul Muslimin yang notabenenya tidak percaya terhadap pemerintah dan kerap melakukan ujaran kebencian terhadap pemerintah. Ini harus kita hindari. Caranya dengan memahami nilai-nilai dalam Pancasila,” jelas Suparman.

Sebab menurutnya, radikalisme bisa menyusup ke tengah masyarakat karena ideologi kita mulai terkikis.

Narasumber berikutnya, Dra. Nur Prima Qurbani menjelaskan bahwa usia remaja merupakan fase yang paling rawan dalam membentuk pola berpikir. Menurut dia, masa tersebut merupakan saat pikiran seorang individu sedang mencari jati diri.

“Remaja itu fase yang paling rawan, doktrin-doktrin yang sifatnya baik dan buruk sangat mudah tertanam di dalam pikiran. Maka dari itu, kita perlu membentengi diri kita dengan ideologi pancasila,” singkat dia. (LW)