
Ambika : Aku pergi mengunjungi ibuku didlm penjara. Memang benar dia masuk kedlm rumah ini sebagai Mauli utk membawaku kembali ke rumah ini. Aku akui niatku memang tidak benar. Aku ingin balas dendam pada kalian semua.
Sankrant : Kau dan ibumu sdh menipu kami. Dia bahkan ingin melenyapkan ibuku!!!
Ambika : Tdk Sankrant! Nandini sdh menjebak ibuku dengan tuduhan palsu. Aku tidak tau knp dia melakukannya, aku hanya ingin membebaskan ibuku.
Sankrant bertepuk tangan.
Sankrant : Aku sdh bertengkar dengan kakakku dan kakak iparku demi kau. Aku bahkan merendahkan ibuku demi kau. Prg dari sini!!
Ambika : Kemana aku harus prg?
Sankrant : Prg ketempat ibumu di penjara!
Sankrant mendorong Ambika, Meethi langsung menangkap dan menyentuh wajah Ambika.
Meethi : Kau tidak apa2?
Ambika teringat dengan ucapan Malvika tentang Meethi.
Sankrant : Jgn hentikan dia kakak ipar. Dia tidak pantas tinggal disini!Dia hanya akan melenyapkan kita. Aku tidak ingin melihat wajahnya lagi.
Meethi : Sankrant, apa kau hanya bisa melihat kesalahan Ambika? Bagaimana dengan kesalahanmu? Kau yang memutuskan utk menikahi Ambika. Kami semua ingin agar kau menikah dg kak Kajri, tapi kau menghancurkan hubunganmu dengannya karena kau masih mencintai Ambika.
Meethi : Kau merasa sakit hati karena kau masih mencintainya. Ambika sdh menghancurkan kepercayaanmu sekali lagi, karena itu kau merasa marah. Ingatlah 1 hal, Ambika sedang mengandung anakmu. Kau tidak boleh mengabaikannya. Kalian berdua yang melakukan kesalahan, bukan bayi itu.
Meethi : Ambika, Dewa sudah memberi anugerah seorang bayi kepada kalian. Kau mungkin tidak mengerti apa artinya menjadi seorang ibu, tanya padaku. Aku tidak bisa punya anak. Aku tidak bisa menjelaskan kepedihan ini kepada siapapun, tapi kau bisa punya anak. Kau punya segalanya, keluarga yang baik, pasangan hidup yang baik & seorang bayi. Kumohon berubahlah jadi lebih baik.
Ambika : Maafkan aku Meethi, aku tidak bisa memahamimu. Ibuku benar, kau orang yang sangat baik. Hatimu sangat mulia.
Ambika ingin menyentuh kaki Meethi tp Meethi melarangnya. Meethi meminta Ekadish utk membukakan pintu maaf kepada Ambika. Ekadish & Sankrant memaafkan Ambika.
Akash : Aku bangga memiliki istri sepertimu.
Meethi : Kita masih harus melakukan 2 hal. Membebaskan bibi Malvika karena dia tidak bersalah dan memberitahu tentang bibi Malvika kepada seseorang.
Sankrant : Kau dan ibumu sdh menipu kami. Dia bahkan ingin melenyapkan ibuku!!!
Ambika : Tdk Sankrant! Nandini sdh menjebak ibuku dengan tuduhan palsu. Aku tidak tau knp dia melakukannya, aku hanya ingin membebaskan ibuku.
Sankrant bertepuk tangan.
Sankrant : Aku sdh bertengkar dengan kakakku dan kakak iparku demi kau. Aku bahkan merendahkan ibuku demi kau. Prg dari sini!!
Ambika : Kemana aku harus prg?
Sankrant : Prg ketempat ibumu di penjara!
Sankrant mendorong Ambika, Meethi langsung menangkap dan menyentuh wajah Ambika.
Meethi : Kau tidak apa2?
Ambika teringat dengan ucapan Malvika tentang Meethi.
Sankrant : Jgn hentikan dia kakak ipar. Dia tidak pantas tinggal disini!Dia hanya akan melenyapkan kita. Aku tidak ingin melihat wajahnya lagi.
Meethi : Sankrant, apa kau hanya bisa melihat kesalahan Ambika? Bagaimana dengan kesalahanmu? Kau yang memutuskan utk menikahi Ambika. Kami semua ingin agar kau menikah dg kak Kajri, tapi kau menghancurkan hubunganmu dengannya karena kau masih mencintai Ambika.
Meethi : Kau merasa sakit hati karena kau masih mencintainya. Ambika sdh menghancurkan kepercayaanmu sekali lagi, karena itu kau merasa marah. Ingatlah 1 hal, Ambika sedang mengandung anakmu. Kau tidak boleh mengabaikannya. Kalian berdua yang melakukan kesalahan, bukan bayi itu.
Meethi : Ambika, Dewa sudah memberi anugerah seorang bayi kepada kalian. Kau mungkin tidak mengerti apa artinya menjadi seorang ibu, tanya padaku. Aku tidak bisa punya anak. Aku tidak bisa menjelaskan kepedihan ini kepada siapapun, tapi kau bisa punya anak. Kau punya segalanya, keluarga yang baik, pasangan hidup yang baik & seorang bayi. Kumohon berubahlah jadi lebih baik.
Ambika : Maafkan aku Meethi, aku tidak bisa memahamimu. Ibuku benar, kau orang yang sangat baik. Hatimu sangat mulia.
Ambika ingin menyentuh kaki Meethi tp Meethi melarangnya. Meethi meminta Ekadish utk membukakan pintu maaf kepada Ambika. Ekadish & Sankrant memaafkan Ambika.
Akash : Aku bangga memiliki istri sepertimu.
Meethi : Kita masih harus melakukan 2 hal. Membebaskan bibi Malvika karena dia tidak bersalah dan memberitahu tentang bibi Malvika kepada seseorang.
2/4











