Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Sinopsis Uttaran Hari ini, Jumat 19 Agustus 2016 : Episode 384

Sinopsis-Uttaran-Episode-384-a5
Ekadish mengeluarkan semua uang dan perhiasannya, ia membicarakan seluruh harta benda yang masih tertinggal di Aatishgarh.
Ekadish : Jual semua ini dan buat rumah ini menjadi atas namamu Akash!
Akash : Apa yang terjadi?
Meethi : Apa aku melakukan kesalahan? Maafkan aku, tapi aku tidak pernah mengatakan kalau rumah ini bukan milikmu.
Ekadish : Seorang wanita lebih baik tinggal di rumah suaminya. Meethi, boleh aku bicara sesuatu dengan putraku?
Meethi : Kau tidak perlu minta izin denganku untuk bicara dengan putramu.
Ekadish : Aku tau Akash akan setuju dengan semua yang kau katakan.
Ekadish mengambil foto Avinash dari kamarnya dan menunjukkannya pada Akash.
Ekadish : Siapa ini?
Akash : ayah.
Ekadish : Siapa yang memberikan namanya padamu dan kehidupan untukmu? Pria ini yang memberikan namanya padamu. Ini adalah nama dari silsilah keluarganya, kau tidak bisa memberikannya pada sembarang orang! Kenapa kau bisa ada disini? Kenapa kau bisa masuk kedalam hidup Meethi? Untuk membalas dendam kematian ayahmu! Ibunya Meethi adalah pembunuh ayahmu! Apa kau ingat sesuatu? Wajah Meethi sama persis dengan Ichcha!
Akash : Ibu!
Ekadish : Pernahkah kau berfikir betapa aku menyayangi dan menghargai seseorang yang berwajah mirip dengan Ichcha? Wajah Meethi mengingatkanku kalau aku menjadi janda karena ibunya! Tapi pernahkah aku mengatakan sesuatu pada Meethi? Apa pernah aku mengungkit masa lalu? Tidak! Bahkan tidak satupun foto suamiku dipajang disini karena ini adalah rumahnya Meethi! Aku kunci semuanya dalam peti dan didalam hatiku demi kebahagiaan Meethi! Tapi bukan berarti aku tidak mencintai atau menghargai suamiku. Namaku adalah Ekadish Chatterjee! Aku tidak bisa memberikan nama Chatterjee kepada putri dari wanita prostitusi!
Meethi & Akash shock mendengarnya.
Ekadish : Nama suamiku adalah nyawa bagiku. Aku tidak bisa memberikannya kepada orang lain. Jual semua itu agar rumah ini jadi atas namamu supaya tidak ada lagi yang mengatakan kalau aku tinggal di rumah menantuku!
Meethi : Ibu, dengarkan aku dulu. .
Ekadish kembali ke kamarnya tanpa menghiraukan Meethi.