Portal Berita Daerah Lampung Terpercaya dan Terupdate

Sinopsis Uttaran Hari ini, Jumat 19 Agustus 2016 : Episode 384

Sinopsis-Uttaran-Episode-384-a6
Meethi tidak bisa tidur malam harinya karena memikirkan kata-kata Ekadish, ia memandangi patung dewa berukuran kecil disamping tempat tidur.
Meethi : Aku tidak ingin ada masalah diantara Akash dan ibu karena Rani. Tapi apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa melakukan apapun melawan keinginan ibu.
Ponsel Meethi tiba-tiba bergetar, ia terkejut melihat panggilan masuk dari rumah.
Meethi : Siapa yang menelfonku jam segini?
Meethi turun kebawah untuk melihat siapa yang menelfonnya menggunakan telfon rumah, tapi tidak ada siapa-siapa dibawah. Meethi berjalan ke kuil dalam rumah, lampu tiba-tiba menyala.
Ekadish turun dari tangga dan mengajak Meethi berdiri didekat patung dewa. Ekadish memberkati Meethi dan memberikan hadiah baju dan makanan kepada Meethi.
Meethi : Ini semua untuk apa bu?
Ekadish : Menantuku sayang, kau tau bagaimana sikapku saat aku marah. Aku sudah menyakitimu dan Akash. Maafkanlah aku.
Meethi : Aku yang seharusnya minta maaf karena aku dan Akash sudah menyakitimu.
Meethi menyentuh kaki Ekadish. Ekadish memberikan halwa yang spesial dia buatkan untuk Meethi.
Ekadish : Berkatku selalu menyertaimu. Kau bisa minta apapun. Aku bahkan bisa memberikan hidupku padamu. Tapi jangan minta silsilah nama keluarga suamiku untuk anak itu. Aku tau kau sangat menyayanginya. Bermainlah dengannya, ajak dia berbelanja keluar, tapi jangan berikan namaku padanya.
Meethi kembali kekamarnya. Ekadish lalu bicara pada dirinya sendiri, “Kau terlalu polos menantu. Bagaimana bisa kau berfikir kalau aku akan memberikan namaku kepada putri dari wanita prostitusi? Aku tidak akan bisa melakukannya”.
Ekadish sudah merencanakan sesuatu untuk festival Karvachauth besok.