
Mukhta melihat Chameli berlari diseberang jalan.
Mukhta : Chameli?
Chameli mengajak Rani berjalan mendekati Mukhta.
Chameli : Tolong bantu aku menyimpan ini nyonya.
Mukhta melihat isi bungkusan yang diberikan Chameli, ia shock melihat uang didalamnya. Chameli memberitahu kalau nyawanya sedang dalam bahaya, awalnya Mukhta menolak, tapi Chameli sedikit memaksa.
Chameli : Kalau kau bisa membantuku untuk menyimpankannya aku akan sangat berterimakasih padamu.
Chameli & Rani berlari meninggalkan Mukhta yang kebingungan memegang bungkusan itu.
Sementara itu, Vishnu sedang mengasuh Manav saat Meethi menelfonnya. Vishnu mendekatkan telfonnya ketelinga Manav.
Meethi : Bibi sangat merindukanmu.
Vishnu : Datanglah berkunjung ke rumah kami Meethi.
Meethi : Beberapa hari ini aku sedang mengurus rencana pernikahan Sankrant.
Mukhta pulang ke rumah, Vishnu melihat bungkusan yang dibawa Mukhta.
Vishnu : Mukhta, apa itu?
Mukhta teringat bagaimana Chameli memberikan bungkusan berisi uang itu kepadanya. Mukhta : Nanti akan aku jelaskan.
Vishnu pergi ke dapur membuatkan teh untuk Mukhta, Mukhta bicara dengan Meethi lewat telfon.
Meethi : Kau tau Mukhta? Sankrant sudah setuju untuk menikahi kak Kajri.
Mukhta : Benarkah? Ini berita bagus.
Meethi : Semoga Ambika mau menandatangani surat cerai itu agar semuanya berjalan lancar.
Mukhta : Apa kau tau dimana Ambika berada?
Meethi : Aku tidak tau, sepertinya Sankrant tau. Dia bilang dia akan segera mendapatkan tandatangannya.
Mukhta : Aku merindukan ayahku. Dia bisa menolongku dan kau juga. Meethi, teman yang baru kukenal (Chameli) menitipkan bungkusan berisi uang padaku, aku tidak tau harus berbuat apa. Aku merasa gelisah.
Meethi : Kalian sudah menjadi teman hanya dalam waktu beberapa hari dan dia memberikanmu tanggungjawab itu yang artinya dia sangat mempercayaimu. Jangan cemas, semuanya akan baik-baik saja. Dia tau kalau kakakku sangat cerdas. Aku senang kau memutuskan untuk membantu orang yang belum begitu kau kenal.
Mukhta : Aku melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan terhadap kak Kajri.
Meethi : Kita sudah banyak belajar dari kedua ibu kita.
Mukhta : Kau benar Meethi.











