
Rani : Ibu Meethi, maaf.
Meethi : Rani, kenapa kau minta maaf? Kau tidak melakukan kesalahan apapun.
Rani : Chameli tidak mau minta maaf padamu, jadi aku yang mewakilinya untuk minta maaf.
Meethi : Kau tidak perlu merasa malu atas kesalahan orang lain. Kau adalah putri rajaku. Putri kesayanganku. Hari ini kau sudah memberiku kebahagiaan dari seluruh dunia dengan menerimaku sebagai ibumu. Aku tidak ingin yang lain lagi.
Akash dan Ekadish menghampiri mereka.
Ekadish : Menantu, aku senang kau sudah meminta Nandini untuk pergi dari rumah kita.
Meethi : Ibu, jangan mengatakan apapun didepan Rani. Dia masih merasa malu dengan perbuatan ibunya.
Ekadish : Baiklah.
Ekadish berjalan ke meja makan, ia meletakkan apel dan pisang kedalam piring.
Ekadish : Menantu, kau belum makan apa2. Kalau seperti itu kau bisa jatuh sakit.
Ekadish memberikan piring berisi buah tersebut kepada Meethi, Meethi meletakkannya di meja kecil.
Meethi : Sebentar lagi aku makan.
Nandini turun dari tangga, ia melihat piring berisi apel.
Ekadish : Menantu, naiklah keatas. Periksa apakah Nandini mencuri sesuatu.
Nandini menembunyikan apel beracunnya dibalik saree dan bicara dalam hati, “Akhirnya aku mendapat kesempatan mencampur apel ini diantara buah-buah yang lain. Tunjukkan kekuatanmu sekali saja Guru Ma”. Nandini berjalan menuruni tangga, ia ingin bicara pada Rani tapi Ekadish melarangnya.
Ekadish : Kau hanya akan mengajarinya sesuatu yang salah.
Nandini menatap kearah Meethi dan Akash, ia lalu pura-pura terpeleset dan sengaja menabrak meja tempat Meethi meletakkan piring buahnya. Nandini berhasil menukar apel dari Ekadish dengan apel beracun pemberian Guru Ma.
Ekadish : Sudah cukup!! Cepat pergi!
Sebelum meninggalkan rumah bundela, Nandini bicara dalam hati, “Aku pasti akan berhasil mengalahkan Meethi. Kau akan mati dalam waktu 5 hari”.
Meethi : Rani, kenapa kau minta maaf? Kau tidak melakukan kesalahan apapun.
Rani : Chameli tidak mau minta maaf padamu, jadi aku yang mewakilinya untuk minta maaf.
Meethi : Kau tidak perlu merasa malu atas kesalahan orang lain. Kau adalah putri rajaku. Putri kesayanganku. Hari ini kau sudah memberiku kebahagiaan dari seluruh dunia dengan menerimaku sebagai ibumu. Aku tidak ingin yang lain lagi.
Akash dan Ekadish menghampiri mereka.
Ekadish : Menantu, aku senang kau sudah meminta Nandini untuk pergi dari rumah kita.
Meethi : Ibu, jangan mengatakan apapun didepan Rani. Dia masih merasa malu dengan perbuatan ibunya.
Ekadish : Baiklah.
Ekadish berjalan ke meja makan, ia meletakkan apel dan pisang kedalam piring.
Ekadish : Menantu, kau belum makan apa2. Kalau seperti itu kau bisa jatuh sakit.
Ekadish memberikan piring berisi buah tersebut kepada Meethi, Meethi meletakkannya di meja kecil.
Meethi : Sebentar lagi aku makan.
Nandini turun dari tangga, ia melihat piring berisi apel.
Ekadish : Menantu, naiklah keatas. Periksa apakah Nandini mencuri sesuatu.
Nandini menembunyikan apel beracunnya dibalik saree dan bicara dalam hati, “Akhirnya aku mendapat kesempatan mencampur apel ini diantara buah-buah yang lain. Tunjukkan kekuatanmu sekali saja Guru Ma”. Nandini berjalan menuruni tangga, ia ingin bicara pada Rani tapi Ekadish melarangnya.
Ekadish : Kau hanya akan mengajarinya sesuatu yang salah.
Nandini menatap kearah Meethi dan Akash, ia lalu pura-pura terpeleset dan sengaja menabrak meja tempat Meethi meletakkan piring buahnya. Nandini berhasil menukar apel dari Ekadish dengan apel beracun pemberian Guru Ma.
Ekadish : Sudah cukup!! Cepat pergi!
Sebelum meninggalkan rumah bundela, Nandini bicara dalam hati, “Aku pasti akan berhasil mengalahkan Meethi. Kau akan mati dalam waktu 5 hari”.
2/3











