
Rani menangis di kamarnya mengenang kata-kata terakhir yang diucapkan Chameli.
Rani : Itu artinya, Chameli sudah tau kalau dia akan meninggalkanku disini? Dia tidak akan kembali? Itu tidak boleh terjadi! Dia tidak bisa meninggalkanku! Dia sangat menyayangiku! Aku akan menelfonnya dan memintanya membawaku dari sini!
Chameli menghampiri seorang penjual teh, ia menutupi wajahnya dengan saree.
Chameli : Tolong telfon Naina suruh dia datang kemari.
Penjual teh : Dia pasti akan datang.
Chameli duduk sambil menunggu Naina.
Chameli : Aku tidak bisa menggunakan ponselku, bagaimana kalau anak buah Ratna Bai menangkapku?
Ponsel penjual teh itu berdering, ia memberikan teh kepada Chameli dan berjalan menjauhi Chameli untuk mengangkat ponsel. Penjual teh itu memberi info kalau Chameli ada ditempatnya.
Anak buah Ratna datang untuk menangkap Chameli.
Penjual teh : Maafkan aku, aku harus bekerja disini, aku tidak bisa terlibat dalam masalah.
Chameli menyiram wajah salah seorang anak buah Ratna dengan teh panas, ia melarikan diri.
Meethi menunggu Rani di meja makan, ia sedih memikirkan nasib Rani.
Meethi : Aku tidak boleh membuatnya kehilangan sosok ibunya. Aku akan menyayanginya. Aku tau bagaimana rasanya dibesarkan tanpa kasih sayang seorang ibu.
Meethi menghapus airmatanya.
Meethi : Aku akan membuatnya bahagia. Aku akan menjadi ibunya. Kenapa dia belum turun? Dia pasti sedang bermain di kamarnya.
Meethi masuk kedalam kamar Rani.
Meethi : Rani, ayo turun kebawah untuk sarapan!
Meethi tidak melihat Rani di kamarnya, ia memeriksa kamar mandi, tapi Rani juga tidak ada disana. Rani sedang berlari ditengah hutan menggendong bonekanya.
Meethi menelfon Akash memberitahu tentang hilangnya Rani, Meethi meminta Akash segera menyusulnya. Rani tiba di sebuah pasar, ia melihat kuil kecil dan berdo’a pada dewi.
Rani : Dewi, tolong pertemukan aku dengan Chameli sekali saja. Aku akan memberimu prashad 5 ruppee sebagai imbalannya. Janji!
Meethi tiba di pasar yang sama, ia mulai mencari Rani sambil menunggu Akash menyusulnya.











