
Ambika menantang Meethi untuk bertanding 1 lawan 1, awalnya Meethi ragu2, tapi setelah semua orang mendukungnya, terutama Akash, akhirnya Meethi menerima tantangan Ambika. Chaubey meremehkan kondisi Meethi, tapi Akash semakin menyemangati Meethi.
Akash : Meethi, tunjukkan pada mereka kalau kau tidak semudah itu dikalahkan!
Ambika mendapat giliran pertama memukul bola, ia berhasil memukul bola yang dilempar Meethi. Bola tersebut melayang tinggi, Meethi fokus memperhatikan jatuhnya bola tersebut tanpa sadar ia sudah menginjakkan kedua kakinya ditanah. Semua orang terkejut melihat Meethi berdiri dari kursi rodanya, sedangkan Meethi masih belum sadar.
Meethi : Akash! Aku berhasil menangkap bolanya!
Akash memandang takjub kearah Meethi, semua orang berjalan mendekati Meethi.
Akash : Meethi! Kau bisa berdiri! Sekarang kita tidak butuh kursi roda ini lagi. Kau bisa berjalan!
Akash menggendong Meethi sambil berputar.
Akash menurunkan Meethi dan membopongnya kembali ke kursi roda.
Akash : Kita tidak akan membutuhkan kursi roda ini lagi secepatnya. Sebentar lagi kau bisa berjalan bahkan berlari.
Ambika memperhatikan mereka dengan tatapan kesal dan bicara pada dirinya sendiri, “Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Aku harus melakukan sesuatu untuk menghancurkannya. Keberhasilannya akan jadi kekalahanku”. Ambika melampiaskan kekesalannya dengan membunuh Pakya, ia sengaja menjatuhkan akuarium Pakya sampai hancur berkeping2, ketika Meethi melihatnya, Ambika menunjukkan bola cricket dan berkata bahwa akuariumnya pecah terkena pukulan bola Meethi saat permainan cricket tadi.
Meethi : Akash! Aku membunuh Pakya saat bermain cricket tadi. Bagaimana ini?
Akash : Bukan kau yang melenyapkannya. Itu terjadi secara tidak sengaja.
Akash berusaha menghibur Meethi. Ambika merasa bahagia melihat Meethi menangis.











