
Mumtaz ingin mengikatkan tabiz (pelindung/yg dijadikan kalung oleh Fida) di lengan Meethi, namun sudah ada tabiz yang lain.
Meethi : Ini dari temanku di kereta api. Fida. Dia yang memberikannya. Berkat ini aku bisa hidup hingga saat ini.
Asgar bicara dlm hati, “Fida? Knp dia harus memberi tabiz pada Meethi? “. Tabiz itu tidak sengaja jatuh, Mumtaz kembali mengikatkannya di lengan Meethi. Mumtaz kemudian mengutuk perbuatan teroris di kereta api kemarin.
Mumtaz : Teroris itu membuat ledakan tapi mereka tidak tau sudah berapa nyawa yang menjadi korban. Allah tidak akan pernah mengampuni mereka.
Meethi sdkt sedih karena tidak melihat Ashfaque, Asgar memintanya utk segera berangkat.
Asgar & Meethi duduk didalam mobil.
Asgar : Kita akan berhenti di suatu tempat & memakai pakaian anggota Pakistani (orang-(orang Pakistan). Kau harus menguatkan dirimu atau semua ini akan sia2.

Ashfaque berlari mengejar mobil mereka dan menghentikannya.
Meethi : Ashfaque?
Meethi turun dari mobil & berjalan mendekati Ashfaque.
Ashfaque : Maaf aku tidak ada saat kau berangkat tadi.
Meethi : Syukurlah kau menyusul. Kalau tidak aku akan menyesal tidak bisa melihat orang yang telah menyelamatkan hidupku utk terakhir kalinya.

Ashfaque memberi bunga pada Meethi.
Ashfaque : Bunga yang indah utk wanita yang cantik.
Meethi : Terimakasih banyak. Jaga dirimu dan Nilofer juga.
Demikianlah Sinopsis Uttaran hari Minggu 7 Agustus 2016. Simak terus Kelanjutanya hanya di Lampungway.com
Jangan Lupa Like Facebook Uttaran disini ya :
Semua Uttaran Lovers ngumpulnya disitu Lho .. !











