
Meethi datang ke rumah Mukhta dan menceritakan masalah Kajri, Meethi tidak bisa menemukan Kajri dimanapun. Meethi melihat nenek buyut sedang menggendong bayinya Mukhta, ia ingin menyentuh bayi Mukhta, tapi nenek buyut malah menjauhkannya.
Nenek : Orang yang tidak bisa punya anak biasanya bawa sial.
Mukhta : Jangan menghina Meethi lagi nek! Anakku adalah anak Meethi juga.
Nenek terus menyalahkan Meethi atas semua yang terjadi termasuk kondisi Vishnu saat ini.
Mukhta : Nenek tau apa yang sebenarnya terjadi. Semua ini terjadi karena Yuvi!
Nenek : Yuvi itu kakaknya Meethi sendiri! Vishnu juga pergi ke lokalisasi itu untuk menyelamatkan Kajri yang akhirnya tinggal di rumah nenek Anjum!
Ucapan nenek membuat fikiran Meethi terbuka, dia belum mencari Kajri ke rumah nenek Anjum.
Mukhta : Nenek, kumohon!
Meethi : Tidak apa-apa Mukhta. Nenek secara tidak langsung sudah menolongku. Kata nenekku, terkadang kemarahan orangtua berubah menjadi berkat. Terimakasih nek!
Mukhta : Biar kuantar.
Meethi : Baiklah. Dengan 1 syarat. Kau harus mengambil ongkos taksi dariku.
Mukhta & Meethi bergegas ke rumah nenek Anjum.
Nenek : Mana mungkin aku memberkati lalat itu. Dia sudah kehilangan akal setelah makan makanan Pakistan.
Meethi & Mukhta tiba di rumah nenek Anjum, tapi nenek Anjum berkata bahwa Kajri baru saja berangkat ke terminal 10menit yang lalu, Kajri sudah memutuskan untuk pergi ke Banaras. Mereka pun menyusul ke terminal.
Mukhta melihat Kajri duduk didalam sebuah bis, mereka berlari mengejar dan menghentikan bis tersebut. Kajri terkejut melihat Meethi, ia pun turun dari bis.
Kajri : Aku tidak bisa kembali ke rumahmu.
Meethi : Aku ingin membicarakan banyak hal denganmu dan ingin menanyakan hal yang sangat penting. Apakah kau mencintai Sankrant?
Kajri terkejut.
Kajri : Aku tidak bisa mencintai siapapun, aku adalah seorang janda.
Meethi : Hidup tidak akan memberikanmu kesempatan seperti ini lagi.
Kajri : Ya!
Meethi : Benarkah?
Meethi & Mukhta tersenyum bahagia.
Meethi memeluk Kajri dan memaksanya pulang ke rumah.











