
Nenek buyut menjemput Mukhta & Vishnu, ia sangat marah saat mengetahui kalau bayi Mukhta dititipkan di rumah Bundela.
Pendeta mengira Meethi & Akash adalah orangtua dari bayinya Mukhta, ia menyuruh mereka duduk bersama bayi itu. Nenek buyut, Mukhta & Vishnu akhirnya tiba di rumah Bundela.
Nenek : Tunggu pak pendeta. Mereka bukan orangtuanya, orangtuanya yang ini. Dia(Meethi) berusaha membuat bayi Mukhta menjadi miliknya selama pooja dan kalian semua tetap diam? Kau harus berhati-hati Divya. Apa kasih sayangmu terhadap cucunya Damini membuatmu melupakan siapa orangtua dari bayi itu?
Tuan Takhur : Ini tidak sengaja terjadi. Kenapa kau membuat drama disini?
Akash mengembalikan bayi itu kepada Mukhta.
Malvika berusaha mendekati nenek buyut, nenek buyut mengira dia adalah pelayan baru di rumah Bundela, Malvika memperkenalkan diri dan menceritakan bagaimana dia bisa tinggal di rumah Bundela, nenek buyut sama sekali tidak tertarik dengan ceritanya.
Pendeta memberitahu bahwa nama bayinya harus diawali dengan huruf “M”.
Akash : Ma. . nav. Bagaimana kalau namanya Manav?
Mukhta & semua org menyukai nama pemberian Akash.
Damini memberikan kheer (pencuci mulut) kepada nenek buyut.
Nenek : Kau biasanya menerima, bukan memberi.
Damini : Jangan mengucapkan kata-kata pahit yang mengingatkan masa lalu.
Nenek : Kenapa Meethi duduk diposisi Mukhta saat pooja? Dia ingin jadi ibu dari bayi orang lain?
Damini : Mukhta & Meethi sudah belajar dari masa lalu, mereka tidak akan mengulanginya. Bayang2mu yang mempengaruhi hubungan mereka sama seperti hubungan Ichcky & Tappu.
Mukhta melihat Damini & nenek buyut berdebat, tapi Damini berbohong mengatakan mereka baik-baik saja. Mukhta memaksa nenek buyut mengambil kheer yang dibawakan Damini, Mukhta pergi meninggalkan mereka.
Nenek : Kau masih ingin sederajat dengan kami? Kau hidup menggunakan pemberian kami dan sekarang bicara seperti ini denganku?
Damini : Pertanyaanmu adalah jawabanmu sendiri. Fikirkanlah, rumah yang sedang kau tempati sekarang itu pemberian siapa?
Tuan Takhur & Divya mendengar ucapan Damini.
Damini : Tuan, aku. .
Tuan Takhur : Sudah cukup Damini. Ayo kita pergi Divya.
Demikianlah Sinopsis Uttaran hari Rabu 10 Agustus 2016. Simak terus Kelanjutanya hanya di Lampungway.com
Jangan Lupa Like Facebook Uttaran disini ya :
Semua Uttaran Lovers ngumpulnya disitu Lho .. !











